Ayo datang ke Rumah Dunia, ikut acara Serang Book Party hari Minggu, 21 Juli 2024 pukul 09.00 WIB sampai selesai bersama Duta Baca Indonesia.
Ayo Ikut Serang Book Party Bersama Duta Baca Indonesia di Rumah Dunia

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Ayo datang ke Rumah Dunia, ikut acara Serang Book Party hari Minggu, 21 Juli 2024 pukul 09.00 WIB sampai selesai bersama Duta Baca Indonesia.

Cukup kaget juga ketika mendapatkan surat permohonan jadi narasumber dari Atase Pendidkan, KBRI Dilli, Timor Leste. Temanya “Literasi Kreatif”. Saya jadi teringat pertamaali ke Dilli, tahun 1986.

Akhirnya buku ini sudah ada bentuknya. Katakanlah 75%. Menunggu beberapa yang belum selesai. Semoga bisa diluncurkan di Hari Buku Sedunia, 23 April 2025.

Aku dihidangkan persoalan oleh Perpusnas RI, bahwa 1 buku ditunggu oleh 90 orang. Sedangkan angka ideal versi UNESCO, seharusnya dalam setahun 1 orang Indonesia membaca 3 judul buku. Bisakah aku memperpendek disparitas itu jadi 1 buku ditunggu 30 orang?

Kondisi literasi di lapangan sebetulnya solid. Tapi sering terjadi ego sektoral antara Dinas Pendidkan dan Dinas Perpustakaan di daerah. Mereka sering saling klaim. Semoga setelah saya ditetapkan sebagai Duta Baca Indonesia menjadi cair dan lebih terkoordinasi.

Apa yang sudah kamu berikan pada bangsa besar ini? Hanya mengeluh dan mencaci-maki tanpa memberi solusi? Ayo, bumi dipijak lan git dijunjung!

Pesanku kepada keempat anakku, “Papah membaca buku bukan bermaksud kelihatan pintar, apalagi minterin orang. “Tapi Papah ingin hidup Papah dari hari ke hari menjadi lebih baik.”

Untuk kedua kalinya, Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia datang ke Larantuka, Flores Timur. Jika kedatangan pertama pada Maret 2022 saat Safari Lterasi, sekarang bersma Perpusnas RI. Semoga kedatangan yang kedua ini pada awal Agustus 2024 membawa banyak manfaat bagi Florest Timur sebagai Kabupaten Literasi.

Tagline Duta Baca Indonesia? Ak berpikir keras. Apa, ya? Terutama harus relevan dengan misi Perpusnas RI: literasi kesejahteraan. Harus menunjukkan, bahwa buku itu membawa manfaat secara ekonomi.

Tampil dengan topi laken di setiap acara Duta Baca Indonesa ternyata menambah rasa percaya diri. Tapi ketika di Kota Ternate, saya lupa membawa topi, apa yang terjadi?

Gempa, gempa! Saat bincang literasi berlangsung di aula water boom, Kota Ternate berlangsung, gedung bergoyang. Beberapa orang berlarian ke pintu keluar.

Saat tanya jawab, para peserta antusias dengan literasi kelurga yang Gol A Gong sampaikan. Ada juga yang bertanya tentang tips menulis novel, dan cara memotivasi diri agar semangat membaca. Tentu mereka yang bertanya mendapat hadiah buku dari Perpustakaan Nasional.

Tias mulai kesulitan mengatur penghasilanku dari menulis, royalty buku, dan honorarium sebagai narasumber untuk keluarga, Rumah Dunia, dan hobi travelingnku. Andai saja…

Kampanye membaca dan menulis harus terus-menerus kita dengungkan. Dan tentu kita harus memberi conto juga.

Semakin lama, rak-rak buku di Museum Literasi Gol A Gong semakin sesak dengan buku. Saat di Kota Ternate, saya mendapat souvenir 2 buku tentang Maluku Utara.

Tampil apa adanya. Jangan ditutup-tutupi. Seperti aku yang terus beradaptasi dengan lingkungan yang tubuhnya sempurna. Akhirnya semua menyesuaikan.

Zainuddin M. Arie ini mutiara literasi Maluku Utara. Dia pendiri Teater Anak Bangsa Maluku Utara. Aku beruntung mendapatan suntikan semangat dan hadiah buku darinya.