Terima kasih kepada semua. Tanpa kalian semua, aku tidak akan sampai pada titik ini. Gusti Allah tidak tidur. Semoga Allah selalu memudahkan segala urusan iqro dan qalam kita.
Cakrawala 32: Aku, Iqro, Qalam, dan Award Itu…

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Terima kasih kepada semua. Tanpa kalian semua, aku tidak akan sampai pada titik ini. Gusti Allah tidak tidur. Semoga Allah selalu memudahkan segala urusan iqro dan qalam kita.

Forum TBM adalah komunitas penggiat dan pegiat literasi. Pengelolanya dengan beragam kecakapan; mulai dari penulis, pendongeng, pustakawan, wartawan, guru, mahasiswa, dosen, dan bisa siapa saja. |Sekarang menuju usia 19 tahun pada 11 Juli 2024 nanti. Tetap semangat di jalanan literasi.

Kamsiatun, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina 3 Tarakan sangat bersyukur mendapatkan kunjungan dari Paman Gong. Ia berharap kedatangan Paman Gong dapat memberi kesan baik kepada anak-anak. Ia juga mengapresiasi aplikasi Sekolah Enuama.

Rendy Aditya, Ketua Forum Kalimantan Utara mengatakan, “Dengan adanya diskusi ini, para pegiat literasi atau pengelola TBM mendapatkan wawasan tentang pengelolaan komunitas literasi dari Duta Baca Indonesia.”

Hal unik dari diskusi ini adalah pemaparan para narasumber diterjemahkan dalam bahasa isyarat kepada para peserta yang tuli. Bagi Gol A Gong, ini pengalaman mengesankan. Diskusi jdi terhenti sejenak karena sedang ada komunikasi tanpa suara dengan bahasa isyarat.

Gol A Gong juga menjelaskan bahwa novel harus memiliki konflik di dalamnya. Untuk memunculkan konflik dalam novel Gol A Gong menyarankan untuk memasukkan unsur soap opera convention di dalam novel. Secara tidak langsung soap opera convention nantinya akan membuat dialog jadi kuat karena isinya konflik.

Dengan literasi yang kuat diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kota Tarakan. Acara ini memberi semangat baru bagi pegiat literasi Kalimantan Utara.

Kota Serangku, kota yang malang. Selalu diurus oleh orang-orang yang tidak kmpeten. Jual-beli jabatan, korupsi, KKN

Tarakan. Kota ini sejak saya masih di SD sudah terkenal. Itu karena tambangnya. Sekarang saya datang lgai seteah 6 tahun berlalu.

Saya ke Tarakan lagi. Ini yang ketiga kali. Kali ini menunaikan tugas sebagai Duta Baca Indonesia, yaitu kampanye membaca dan menulis.

Menu mewawancarai Kepala Daerah atau Kepala Dinas Perpustakaan adalah menu tetap. Dari dialog sekitar 5-10 menit, saya bisa mendapatkan informasi terkait keseriusan Pemerintah Daerah pada Gerakan Literasi Lokal.

Hadirnya Gerakan Indonesia Menulis ini setidaknya menjadi jawaban atas harapan-harapan banyak pihak yang menginginkan adanya jembatan advokasi antara Perpusnas dengan pegiat literasi.

Dunia sepakbola kita akan bergejolak, bergelora, dan menuju naik kelas ke elit Asia. Jika Ketua Umum PSSI-nya tidak memiliki wawasan global, maka yang terjadi akan chaos.

Tentu paling menyenangkan jika ada menu peluncuran dan bedah buku. Saya kira, manfaat dari membaca ya menulis. Saya selalu ingin merayakannya jika ada yang mneerbitkan buku. Hingga hari ini mungkin sudah 70-an buku solo dan 200-a buku antologi saya tulis.

Harapan saya, Gerakan Indonesia Menulis ini menjadi sebuah gerakan penggugah kesadaran masyarakat di negeri ini terhadap dunia literasi. Baca dan tulis adalah sepasang aktivitas pembangun peradaban

Jadi sangat beralasan jika Drs. Muhammad Syarif Bando, MM sebagai Kepala Perpusnas RI (2016-2023) mengingatkan kita semua di setiap pidatonya, “Kita jangan terlena dengan penghakiman dunia luar bahwa budaya membaca kita rendah. Kita harus lawan itu. Itu tidak benar.”

Saya paling senang jika SafariLierasi ada agenda kunjungan ke komunitas. Bisa ke taman bacaan, perpustakaan desa, atau komunitas sastra. Biasanya selalin diskusi cara mengelola komunitas seperti Rumah Dunia, juga ada bedah buku atau pembacaan puisi.