Kantor Bahasa Provinsi Banten mengadakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi dalam Rangka Pemberdayaan Komunitas Literasi di Kota Cilegon.
Tujuh Pilar Komunitas Literasi ala Gol A Gong

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Kantor Bahasa Provinsi Banten mengadakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi dalam Rangka Pemberdayaan Komunitas Literasi di Kota Cilegon.

Akan ada 200 Buku Fiksi Mini. Satu buku ada 50 fiksi mini. Gol A Gong sedang fokus menulis. Hingga 11 Juli sudah 27 Fiksi Mini selesai ditulis. Di setiap buku antologi fiksi mini,
akan ada satu fiksi mini yang saya tulis. Ayo, bergabung. Tidak dipungut bayaran, bahka ada hadiah total Rp 10 juta bagi yang fiksi mininya masuk 10 besar.

Luka di tubuhmu, sudah sembuh? Denan air mata? Atau dengan puisi? Tak ada luka yang tak sembuh, seperih apapun itu luka.

Seminar yang dikemas dalam bentuk talkshow ini menghadirkan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, sebagai narasumber utama.

Mari kita cari kebenaran itu di Puisi Minggu Edisi 26/II/15 Juni – 6 Juli 2025. Gol A Gong sudah mengabarkan, bahwa tak ada lagi kebenaran. Ah, kita nikmati saja kopinya sambil meresapi setiap kata puisinya!

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-2, Perpustakaan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar seminar bertajuk “Strategi Pustakawan Membangun Jenama Pribadi Perpustakaan di Era Digital”, Jumat (20/6), bertempat di Hall Utama kampus UNPRI.

Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, memotivasi mahasiswa Universitas Prima Indonesia dalam acara “Kombur Asyik”, Kamis (19/6). Kegiatan ini menjadi pembuka HUT ke-2 Perpustakaan UNPRI yang digelar Jumat (20/6) di Medan.

Acara ini merupakan hasil kerja sama antara pondok dan Rumah Dunia, komunitas literasi di Serang.

Rabu, 11 Juni 2025 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal menggelar acara Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah.

Mengutip Edi Wiyono, Pustakawan Berprestasi, “Tanggung jawab pembaca adalah menuliskan kembali apa yang sudah dibacanya.” Maka, nulis, nulis!

Saya meyakini bahwa kita semua mulai menyadari bahwa membaca-menulis itu mulai digandrungi. Kita bisa melihat trendnya sedang menanjak.

Era digital bagai buah simalakama. Dimakan, kepala pusing. Tidak dimakan, perut keroncongan. Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua melihat Gen Z-Alpha dibelit digital?

Di kawasan candi Borobudur, Magelang, tanpa melihat nama hotelnya, saya check-in. Ketika diberitahu tarifnya Rp 7 juta/malam, saya nyengir kuda. Sudah terlanjur check in, sekalian norak saja, saya berterus terang cuma punya dana Rp 3 juta. Ternyata tidak ada. Saya meminta maaf dan ngeloyor pergi. Hah! Salah masuk saya!

Agenda Duta Baca Indonesia 2021-2025 di bulan Juni 2025:

Label “Duta Baca” itu tidak dilombakan. Itu adalah terkait moral, kebiasaan. Bagaimana mungkin sebagai Duta Baca, tidak perlu membaca? Mestinya Duta Baca itu harus jadi role modele, tauladan dalam hal literasi baca-tulis sebelum ke literasi lainnya. Syukur-syukur di rumahnya ada perpustakaan pribadi dan sudah menulis dengan bukti cetak berupa buku-buku.

Saya menyaksikan langsung dari Sabang sampai Merauke, bagaimana sesama penulis (saya tidak menyebut sastrawan) saling nyinyir, saling menjatuhkan, saling hina, kadang perilakunya seperti preman. Ternyata buku yang dibaca tidak menjadikannya jadi contoh yang baik di keseharian. Pada akhirya, calon pembaca (terutama Gen Z dan Gen Alpha) tidak sempat kita raih. Selebihnya, kita harus bercermin, jangan selalu mengeluh.

Setelah itu, kami menuju Rumah Baca Sahabat Anak. Kami berdiskusi tentang kehidupan remaja, mulai dari perundungan, budaya baca di era digital, sampai pelatihan menulis fiksi mini bersama Forum Anak Kota Pontianak. Rata-rata mereka usia SMP dan SMA. Mereka anak-anak muda Kota Pontianak pilihan.