Kepala Supri semakin nyut-nyutan. Di satu sisi, dia ingin membuat istrinya bahagia dengan memberinya kado istimewa berupa barang mahal yang diinginkannya. Di sisi lain, dia juga harus realistis dengan keadaan finansialnya. Sambil menghela napas panjang, dia menutup laptopnya. Kantor sudah kosong. Saatnya pulang dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini.
Cerpen Sabtu: Penulis Berguru Kepada AI

