Oleh Adam Choili – Relawan Rumah Dunia Sebanyak 25 guru TK dan PAUD dari berbagai wilayah di Kota Serang mengikuti pelatihan menulis cerita anak bersama …
Pelatihan Menulis Cerita Anak Bersama Tias Tatanka

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Oleh Adam Choili – Relawan Rumah Dunia Sebanyak 25 guru TK dan PAUD dari berbagai wilayah di Kota Serang mengikuti pelatihan menulis cerita anak bersama …

Banten sangat beruntung menjadi salah satu lokus pemanfaatan produk Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra (Pusbanglin). Demikian diungkapkan Devyanti Asmalasari selaku Kepala Kantor Bahasa …

Oleh Naufal Nabilludin Serang, 16 September 2025 — Kantor Bahasa Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Penggerak Literasi sebagai upaya memperkuat peran komunitas literasi di …

Gol A Gong dan Tias Tatanka membagikan pengalaman membangun Rumah Dunia dalam kegiatan Pembinaan Literasi Kantor Bahasa Banten, menginspirasi komunitas literasi Kabupaten Serang untuk berkembang dan mandiri.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh peserta yang lolos seleksi penulis naskah cerita anak bahasa daerah dari berbagai latar belakang, seperti guru, pegiat literasi, dan mahasiswa. Mereka dibimbing secara langsung dalam teknik menulis cerita anak.

Dari 34 naskah Bahasa Sunda Banten pilihan itu. kami mengelompokkannya jadi 3 bagian. Bagian pertama, penulis naskah ini memahami juknis lomba, sudah paham tentang tema cerita anak yang mengacu ke unsur intrinsik. Alur ceritanya menarik dengan konflik, karakter tokoh yang kuat, lokasi di Banten, warna lokal yang tidak tempelan, dan akhir cerita yang jadi solusi atau goal para tokohnya.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menekankan pentingnya sinergi antara kedua institusi dalam upaya perlindungan dan revitalisasi bahasa daerah yang ada di Banten. “Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem kebahasaan di Provinsi Banten, khususnya dalam menjaga kelestarian bahasa daerah,” tegas Devyanti.

Sebagai tindak lanjut, Kantor Bahasa Provinsi Banten akan segera mengirimkan surat resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Hal itu dilakukan guna mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Banten.

Salah satu isu yang dibahas dalam kunjungan ini adalah dampak kebijakan pendidikan gratis terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Pemerintah diharapkan dapat merancang kebijakan yang berkeadilan sehingga sekolah swasta tetap memiliki daya saing dan dapat terus memberikan layanan pendidikan yang optimal.

Salah satu poin penting dalam diskusi adalah peran bahasa daerah dalam mendukung pendidikan bermutu. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari sistem pendidikan yang berkeadilan.

Semoga bantuan seperti ini terus menjadi pemantik bagi tumbuhnya komunitas-komunitas baru yang berkontribusi membangun masyarakat yang lebih cerdas dan gemar membaca.

Ulhiyati mengakui bahwa persaingan sangat ketat dan tidak ada toleransi untuk izin, bahkan dalam situasi darurat seperti kematian anggota keluarga. Perjuangan ini menggambarkan keteguhan hati dan dedikasi yang tinggi dari para peserta.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak kepada Duta Bahasa Banten, termasuk Duta Koperasi Kabupaten Lebak, upaya pelestarian bahasa daerah di Provinsi Banten diharapkan akan semakin kuat dan berkelanjutan.

Pada pembukaan Bimtek Minggu 26 Mei 2024. Kepala Kantor Bahasa Banten, Asep Juanda, S.Ag., M.Hum mengatakan, “Tahun ketiga ini akan ada 80 judul buku cerita anak yang ditulis oleh peserta dari guru se-Banten. Dari Bimtek ini akan melahirkan penulis-penulis handal Provinsi Banten. Naskah finalnya akan diterjemahkan ke dalam bahasa daerah yang ada di Banten.”

Duta Bahasa Banten tidak hanya berperan sebagai duta budaya, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas literasi di Banten.

Bimtek ini mendukung Tiga Program Prioritas Kantor Bahasa Provinsi Banten. Tiga prioritas ini adalah yang berkaitan dengan literasi, revitalisasi bahas Daerah dan penginternasionalan bahasa Indonesia.

Asep Juanda, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya melaksanakan kegiatan guna meningkatkan mutu dari bahasa daerah itu sendiri. “Sebelumnya kita sering mendengar bahwa bahasa daerah jarang dilirik oleh banyak orang,” kritiknya.