Di Sebuah Kamar Hotel Melati di Kupang

Kita harus percaya bahwa hal-hal ghoib itu ada. Allah saja ghoib. Ada dimesi lain di sekeliling kita. Banyak-banyaklah berdoa, agar makhluk ghoib itu tidak mengganggu kita. Saya sering mengingatkan kepada keluarga, jangan banyak melamun. Juka kepada para relawan Rumah Dunia, agar banyak berdo’a, jangan melamun, dan perut jangan kosong. Jika kita lemah belum makan, banyak melamun, maka itu adalah sama dengan kita membuka pintu kepada makhluk ghoib.

Kenangan Timor yang Tak Akan Kulupakan

Ketika Sabtu 2 April 2022, sekitar pukul 07:00 WITA, tim Safari Literasi Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI merapat di dermaga Bolok – Sinau, Kupang, kenangan saya terlempar ke tahun 1986.. Saya naik perahu dari Ende ke Rote, terus ke Kupang. Saya menyusuri Timor Timur: mulai dari Kupang Soe, Atambua, naik truk, pick up, kadang naik mobil bus kecil. Pokoknya sambung-menyambung hingga Dilli. Saat itu saya jadi gembel backpacker– tidur di mesjid, koramil, atau polsek. Masjid sabat sulit di Timor, tapi selalu ada dan bisa kutemukan karena toleransi begitu tinggi.

KM Cakalang Merapat di Kupang, Jadi Tamu Gubernur

Sejak pukul 05:00 WITA kapl ferry KM Cakalang sudh tiba di Kupang. Tapi belum boleh merapat ke dermaga Bolok, Tenau, NTT. Apa pasal? Kedatangan tim Safari Literasi Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI di Kupang pada Sabtu 2 April 2022 akan disambut secara adat pada pukul 07:00 WITA. Berarti 2 jam menunggu. Semua penumpang sudah tahu, bahwa penyebab penundaan ini: Tamu Gubernur.

Jika ke Kupang, ke La Hasienda Hotel Saja

Pesawat Citilink mendarat di bandara El Tari Kupang Selasa 24 Mei 2022 pukul 06:00 WITA. Saya dan Ade Ubaidil – Pemipin Redaksi www.kurungbuka.com diundang Media Pendidikan Cakrawla NTT untuk memberi pelatihan di Pulau Rote. Pesawat Wing Air ke Pulau Rote pukul 15:30 WITA. Panitia membawa kami ke La Hasienda Hotel untuk transit. Hotel itu tidak jauh dari bandara, bisa ditempuh sekitar 5 menit. Saya sudah menginap dari mulai hotel bintang lima, backpacker hotel, penginapan di pinggir stasiun kereta yang kalau tengah malam kamar di sebelah ribut hingga ke penginapan yang berhantu. Tapi La Hasienda Hotel ini menarik untuk dituliskan karena serasa sedang di Meksiko.

dari

Portir di Bandara Kupang

Pesawat Citilink mendarat denga mulus di Bandara Internasional El Tari, Kupang. Penumpang diarahkan turun di pintu depan dan belakang. Lumayan tertib jika pramugari mengarahkan agar penumpang sabar dan turun berdasarkan nomor kursi. Saya dan Ade Ubaidil turun lewat pintu belakang. Udara panas langsung menyergap. Beberapa puluh langkah kami memasuki terminal utama. Di pintu belasan portir menanti. Wajah-wajah yang penuh harapan.

Pohon Sape atau Flamboyan di Kupang Berbunga di Bulan Desember

Kupang. Harum tanahmu yang panas kucium lagi. Pertama kali ke Kupang tahun 1986, naik perahu dari Ende ke Rote. Kemudian ke Kupang. Kuinjak lagi bumi Kupang pada Selasa 2 Desember 2019. Terima kasih, Nila Tanzil, yang sudah mengundang saya ke Festival Literasi Ende, 30 November – 2 Desember 2019, merayakan Ulang Tahun ke-10 Taman Bacaan Pelangi. Pulangnya, saya mampir ke Kupang. Di bandara El Tari, kenangan 33 tahun itu membayang lagi.

Dan bunga sape atau flamboyan yang berwarna orange menyambutku.
Betapa indah jalanan Kupang. Pohon sape berjejer. Ini khas. Di kampungku, jika di alun-alun, pohon asam Jawa berjejer, warisan Belanda. Tapi beberapa sudah ditebang dan kini tidak lagi memiliki identitas pohon. Di Bandung pohon mahoni berjejer, tapi juga mulai ditebangi. Di Jakarta juga. Bagaimana dengan kotamu? Pohon angsana?

Berkunjunglah ke Kupang di November dan Desember. Bunga-bunga Flamboyan bermekaran di setiap sudut kota. Betapa indah.

#ilovefilmindonesia
#kupangntt
#flamboyant

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)