Noorca M. Massardi, Segala Sudah Ia Punya

Ya, Allah. Ketika saya SMA dan masih jadi pemimpi, keluarga Massardi dari Subang jadi penggerak semangatku. Kini internet menyatukan kami. Noorca M. Massardi lahir 24 Februari 1954, sembilan tahun di atasku. Noorca adalah seniman. Hal yang aku contoh darinya adalah memasuki dunia kreatif tanpa batas. Jurnalis, organisatoris, menulis novel, puisi, skenario. Dia juga meraih yang muda, melebur, dan beradaptasi. Ada hal yang tidak bisa aku tiru, menulis naskah drama dan jadi presenter TV.

Tentu aku berbeda level dan kualitas dengan Noorca dan istrinya – Rayni N. Massardi, yang juga seniman. Saya dan Tias Tatanka tidak hendak dan tentu tidak akan pernah bisa menyamai prestasi mereka. Tapi menjadi sahabat mereka saja sudah suatu prestasi. Kami sangat senang jika ada seniman yang juga sukses dalam membina dan membangun keluarga (besar).

Buku-bukunya banyak di rak. Bertebaran. Tadi datang lagi kiriman 2 buku, yaitu “Ketika 66” (KPG, 2020) yang merah dan “Setelah 17 Tahun” (Gramedia, 2016). Saya juga membaca karya kakaknya Yudhistira ANM Massardi. Mereka keluarga penulis, yang mengagumkan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5