Gempa Literasi di Sekolah

Gempa Literasi adalah gempa yang menghancurkan kebodohan dan membangun peradaban baru. Menu utamanya pelatihan menulis esai, cerpen, atau novel best seller, dan seminar literasi. Menu tambahannya pembacaan puisi. Sebelum pandemi Covid-19, saya menyulut Gempa Literasi ke sekolha-sekolah di seluruh Indonesia. Selama work from home ini beberapa sekolah menyulutnya secara daring. Jika Corona berlalu, silakan kontak Tias Tatanka di 0819 06311 007. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Menyunggu Vaksin Covid-19

Presiden RI, Joko Widodo sudah divaksin. Raffi Ahmad dan Ariel Noah dari kaloangan artis sudah. Saya sebagai penulis dan aktivis literasi, menunggu telepon atau WA dari Satuan Tugas Covid-19. Setelah dokter dan tenaga ksehatan lainnya, aparat keamanan, saya siap divaksin. saya termasuk yang beresiko juga karena melayani masyarakat di literasi baca-tulis, literasi budaya dan kewargaan di Komunitas Rumah Dunia. Menunggu, itulah yang tepat sekarang. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kita Tidak Serius Melawan Corona

Di Indonesia, mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah Corona, masyarakat banyak yang membangkang. Kita tidak serius melawan Corona. Paling parah masih saja ada yang beranggapan itu konspirasi global. Padahal sudah banyak yang mati.

Sementara di Alaska, pemburu binatang sangat taat hukum. Ketika mereka mau menembak binatang Karibu, mereka meneliti dulu. Jika tidak ada karibu jantan, cuma betina dan anaknya yang masih muda, itu ilegal. Mereka mengurungkan niatnya. Padahal tidak ada petugas.

Kata mereka, “Tidak baik meninggalkan anak karibu tanpa si ibu.” Itu ekosistem. Selain taat hukum, logika berpikir mereka berjalan. Ilmu pengetahuan jadi landasan hidup mereka. Agama memakai akal sehat.

Semoga yang masih berkerumun, berkeringat mencari nafkah untuk keluarga dilindungi Allah SWT. Begitu juga yang di rumah. Kita saling mendoakan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Puisi Corona: Bianglala Tersenyum, Sayang!

Aku hitung harapan di berita kota, Sayang
headline itu tidak memisahkan cinta kita.
Suara di mickrofon memenuhi udara
Katamu, “Kita tidak terasing dari dunia.”

Hari berganti serupa bianglala, Sayang
semua warna tersenyum dalam lukisan
Jam berdetak menari di atas kepala
Katamu, “Masih ada yang bisa dipercaya.”

Kita berjalan di halaman depan, Sayang
pagi tadi anak-anak berlarian di rumput basah.
Apa yang kita tanam tumbuh mengangkasa
Katamu, ” Kita menuliskan wabah dalam puisi.”

Gol A Gong
Rumah Dunia, 11 April 2020

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis Gol A Gong, Literasi Digital di Era Pandemi Covid-19

Sepulang dari Kalimantan bersama Rudi Rustiadi – relawan Rumah Dunia, jadi juri Film Pendek di Kabupaten Kubu Raya awal Maret 2020, Gol A Gong harus memutar otak, karena lockdown diberlakukan. Empat pelatihan di beberapa kota dibatalkan. “Ya Allah, aku tidak ingin jadi seniman atau penulis yang terdampak Corona dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Aku ingin bekerja walaupun dari rumah. Beri aku solusi!” begitu do’a Gong.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kita Ini Senang Membangkang

Di Indonesia, mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah Corona atau pandemi Covid-19, ternyata sulit. Lihat saja, masyarakat banyak yang membangkang. Ya, sepertinya mereka senang melawan keputusan pemerintah. Alasannya beragam: konspirasi elit global, bisnis obat, dan komunis dalangnya. Padahal sudah banyak yang mati. Di kampung saya saja, saat puasa dan lebaran, semua berpesta, tak peduli dengan wabah mematikan itu. Ketika tiba-tiba Kiyai yang dihormati meninggal karena Corona, semua terkejut.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Pandemi Covid-19 Jadi Sumber Ide Novel Terbaruku

Ide bisa muncul dari mana aja. Dengan ilmu jurnalistik kita menggali ide dengan cara me-riset, riset lapangan dan riset pustaka. Kemudian dipoles unsur intrinsik untuk imajinasinya. Misalnya peristiwa pandemi Covid-19 ini bagiku adalah ladang ide yang subur. Coba ikuti cara-caraku ini :

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5