Allahu Akbar Paling Kencang, Buku Kumpulan Cerpen yang Mencerminkan Ketidakadilan di Indonesia

Catatan Ringan Oleh Gol A Gong

Luar biasa. Itu yang keluar dari mulut saya ketika mendengar REQbook akan menerbitkan buku kumpulan ceren “Allahu Akbar Paling Kencang” karya dua wartawan – Khafidlul Ulum dan A Dwi Prasetyo. Indonesia ini paradoks. Ruang gerak dibatasi karena pandemi Covid-19, mungkin ekonomi sedang tiarap tapi tidak bagi para penulis – justru itu adalah waktu yang melimpah untuk menulis.

Buku kumcer ini membuat merinding. Sering muncul peristiwa-peristiwa yang absurd di sekeliling kita.  Mengutip Albert Camus, “Kehidupan telah kehilangan nilai dan maknanya.” Seperti juga di buku ini. Nilai-nilai kemanusiaan tidak ada lagi .

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Kia Ora, Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins

Traveling! Siapa tidak ingin? Di era pandemi Covid-19 ini, sudah 5 bulan saya di rumah saja, sejak 13 Maret hingga 16 Agustus 2020. Rasa bosan terobati ketika membaca buku reportase perjalanan Muhammad Hidayat Chaidir : “Kia Ora! (Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins), Penerbit Gaksa Enterprise .

Saya penasaran dengan judul bukunya. Saya cari-cari di Google. Ternyata itu adalah sapaan khas dari Bahasa Māori, diterjemahkan secara harfiah sebagai “memiliki kehidupan” atau “menjadi sehat”, dan digunakan sebagai ucapan informal yang setara dengan “hai” atau “halo”, atau ungkapan terima kasih yang mirip dengan “tepuk tangan”. Hmm, buku yang mengundang rasa ingin tahu. Sepadan dengan “sawadee kap” di Thailandatau “namaste” India.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5