Tentang Percakapan Remeh di Warung Tegal

Oleh Gol A Gong

Ya, ini tentang percakapan remeh di sebuah warung pinggir jalan. Seorang guru honorer mengenali saya. Dia mengeluh soal penghasilannya yang pas-pasan.

“Saya ingin menulis puisi. Di golagongkreatif dot com honornya Rp 200 ribu, ya. Boleh, Mas?”
“Boleh.”

“Tapi Chairil Anwar bilang, ‘Yang bukan penyair, tidak perlu ambil bagian!”
“Ah, itu hadis dhaif. Atau masuk saja Komunitas Puisi Esai. Denny JA bilang, ‘Yang bukan penyair, boleh ambil bagian.”

“Tapi kata orang-orang, puisi esai sesat. Tidak memenuhi kaidah puisi.”
“Pake saja teori Darwin,” kataku. “Evolusi berpikir! Dalam keilmuan, kita jangan seperti katak dalam tempurung. Dunia ini luas, berpikir juga harus luas dan terbuka.”

“Emang boleh sastra memakai teori diluar sastra?”
“Emang ada yang melarang? Sebutkan, siapa? Saya laporkan ke PBB!”

Guru itu menatap saya dengan bengong. Kemudian saya dengan sok tahu menceramahi guru honorer itu. “Jangan diskriminatif terhadap karya atau seni secara luas.”

Gol A Gong

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==