Makanya saya suka heran, tidak habis pikir, ada pengarang pemula atau bahkan pengarang yang sudah banyak menghasilkan karya menjerumuskan dirinya dengan menjiplak atau mengakui karya orang lain.

Saran saya, jika kalian kehabisan ide, santai, jangan panik. Mulailah membacai apa saja (riset pustaka) atau riset lapangan dengan melakukan perjalanan – semacam city tour di kota kamu jika tidak punya waktu atau dana. Mulailah mengamati sekeliing. Catat apa yang kamu lihat dan rasakan hingga kamu menemukan ide cerita. Saya sering melakukan itu.
Seperti sekarang, saya dihubungi oleh sebuah penerbit untuk menulis 2 cerita pendek dalam waktu seminggu. Apa yang sedang saya lakukan? Pelan-pelan saya melakukan riset pustaka dengan cara membaca berita-berta di media online, nonton video di Tik Tok dan medsos lainnya. Bahkan saya juga melihat kembali foto-foto lama atau foto-foto di mana saja saya bisa melihatnya.

Dari sejak awal diniatkannya begitu: menemukan ide dengan cara melakukan riset lapangan dan pustaka. Kuatkan hati saat menulis: saya tidak akan menjiplak atau mencuri ide cerita punya orang lain! Dan jangan terjebak dengan mitos: tidak ada yang baru di bawah sinar matahari! Itu hanya untuk para pecundang! Dengan memercayai bahwa menulis itu adalah pekerjaan intelektual, yakinlah bahwa ide-ide baru akan muncul.
Selamat mencoba.
Gol A Gong



