Hingga sekarang masih saya lakukan. Sebagai Duta Baca Indonesia sejak 2021, Perpusnas RI dan Dinas Perpustakaan Daerah mulai melirik. Setiap bulan saya mengadakan pelatihan menulis bersama mereka di pelosok desa.

Sudah 34 tahun saya menjalani literasi baca dan tulis ini. Masih sama persoalannya, yaitu alur cerita yang linear sehingga kurang konflik, ending cerita yang monoton, penguasaan tanda baca yang perlu ditingkatkan.


Paling sering saya temukan, bahwa para penulis pemula tidak menganggap berbeda antara novel dengan otobiografi atau biografi. Rata-rata mereka menganggap sudah menulis novel padahal yang ditulis adalah riwayat hidup temannya atau dirinya sendiri.

Istilah autobiography pertama kali dipopulerkan oleh penyair Robert Southey pada 1809. Sedangkan menulis novel itu jika berdasarkan kidah hidup orang lain atau diri sendiri harus dibumbui imajinasi yang merujuk ke unsur intrinsik.

Ketrampilan menulis memang harus konsisten berlatih. Murid-murid saya di Rumah Dunia banyak yang berhasil menjadi penulis. Setelah mengikuti Kelas Menulis Rumah Dunia, mereka meneruskannya dengan rajin membaca dan membuat atau menghadiri kegiatan peluncuran dan bedah buku,

Saya meyakini, jika ingin jadi penulis tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus bergabung di komunitas, mengikuti pelatihan, dan rajin membaca serta membeli buku dari penulisnya langsung! Juga memina tanda tangan penulisnya, juga berfoto bersama penulis. Coba, buktikan saja!
Gol A Gong




