Saya meriset; saya membeli banyak surat kabar. Saat itu saya masih nge-kos di Gang Mawar, Pejuangan, Kebon Jeruk. Saya bekerja di RCTI sebagai senior creative (1996 – 2008). Hasil riset itu, astaghfirullah! Banyak perempuan yang melahirkan bayi, tetapi tidak menginginkannya. Bayi-bayi malang dibungkus koran, dalam plastik, selimut batik, ditemukan di bawah jok mobil, di toilet, di terminal, di mana-mana.

Saya teringat beberapa teman yang menangis jika kami membincangkan tentang bayi-bayi tak berdosa itu. Teman-teman saya itu tidak bisa mendapatkan anak dari perkawinannya. Mereka betul-betulo bersedih.
Itulah yang kemudian mendorong saya menulis novel trilogi ini. Ada 3 buku; Pada-Mu Aku Bersimpuh dimuat bersambung dulu di Harian Banten (2000). Kemudian diterbitkan jadi buku oleh Penerbit Suhud Media Promo. Setelah itu diambil alih oleh Penerbit Dar! Mizan. Saya melengkapi dengan 2 judul lgai; Biarkan Aku Jadi Milik-Mu dan Tempatku di Sisi-Nya.

Pesan dari tulisan ini adalah tonggak penerbitan di Banten dimulai tahun 2000. Suhud Media Promo menerbitkan novel trilogi saya – Pada-Mu Aku Bersimpuh.


