Kemudian Dar! Mizan mengambil alih dan disinetronkan Indika Entertainment dan tayang di RCTI, TV 7, TPI, dan TV3 Malaysia. Dicetak ulang belasan kali. Dari royalti novel ini, saya bisa membangun Komunitas Rumah Dunia.

Saya tidak menduga novel trilogi ini mendapatkan sambutan luar biasa ktika disinetronkan. Pemainnya Iis Dahlia (Anah Nurhasanah), Gunawan (Bashir), Andi Bragi (Hakim), Gito Rollies (Haji Budiman), Renny Jayusman (Bik Eti). Ditayangkan sebelum berbuka puasa selama puasa 2002. Mendapatkan MUI Award sebagai sinetron ramadhan denan cerita terbaik.
Novel trilogi ini, masya Allah, membawa keberkahan bagi saya. Setelah vacum selama 5 tahun, sejak 1995, karena sibuk di RCTI, saya mulai menulis lagi. Semangat yang ditularkan para penulis muda Forum Lingkar Pena (FLP) yang dimotori Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia, dan Maiomon Herawati berdampak positif kepada saya.

Saya tidak menduga novel trilogi ini sukses. Para pembaca novel Balada Si Roy banyak yang kecewa karena peralihan genre ini; dari novel “bebas” atau universal pada novel Islami yang diusung FLP. Saya mencoba memberi pengertian, bahwa penulis itu harus mencoba segala jenis (pembaca). Bagi saya, ketrampilan menulis harus terus diasah. Saya menulis novel untuk anak-anak, remaja, hingga keluarga islami. Cerpen koran juga saya tulis.

Novel trilogi ini kemudian dibundel jadi satu: Cinta-Mu Seluas Samudra. Saat itu menejer penerbitan Dar! Mizan dari Ali Muakhir brepindah ke Benny Rhamdani.
Saya tidak punya arsipnya. Bundelan novel trilogi ini juga best seller. Sempat cetak ulang sekali.
Rezeki mengalir lagi. Penerbit Malaysia menerbitkn novel ini dalam bahasa Melayu. Dari royalti ini saya bisa mencicil hutang mas kawin keliling dunia kepada Tias Tatanka, traveling ke 7 negara Asia pada 2012.


