Tokoh Kita: Kamilus Tupen Jumat dari Ladang Bayolewun Adonara

     Hanya memakan waktu 10 menit, kami sampai di dermaga Adonara. Mobil sudah siap mengangkut kami. Tujuan pertama SD Kimakamak. Kemudian ke MTs Al Hidayah Wewit, SMP Panca Marga, dan Pondok Baca Nubun Puhun. Hari sudah siang. Saatnya perut diisi makan siang.

     “Kita ke Bayolebun,” kata Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Flores Timur, Velentinus Waton.

     Kami pun meluncur ke sana. Lumayan jauh. Menyusuri jalanan Adonara yang kecil. Jika berpapasan dengan mobil lain, masing-masing harus meminggir.

###

     Mobil berbelok. Ada ladang-ladang dengan jagung. Kemudian mobil berhenti di sebuah lading pepaya yang tengah berbuah. Beberapa gubuk tempat istirahat dari penatnya hari. Kami memasuki “oase” di tanah Adonara yang terik. Pohon ketapang yang berendengan dengan pohon mangga jadi peneduh meja besar dan kursi serupa bale-bale, tempat makan para tamu. Bayolebun ternyata rumah makan di tengah kebun.

     Seorang lelaki bernama Kamilus Tupen Jumat  menyambut kami. “Mari, mari! Lupakan sejenak urusan pekerjaan!” kata lelaki yang lahir di Honihama 19 Oktober 1964.

Dia menghidangkan pepaya segar yang langsung dipetik dari pohonnya. Kata dia yang pernah jadi TKI di Malaysia dari 1990 hingga 2000, “Ada sekitar enam ratus pohon. Seminggu bisa menghasilkan dua ton papaya. Harga satu kilonya tiga ribu rupiah. Pepayanya sudah ada yang menampung. Justru mereka butuh lebih dari dua ton.”

Kamilus menceritakan perjalanan hidupnya saat jadi TKI di Sabah, Malaysia. Dia merasa bosan jadi bagian dari kapitalis. Dia pulang ke kampung halamannya di desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, NTT. Dia menjadi petani di Honihama sampai sekarang. Dia memberi nama tempatnya Ladang Jagung Bayolewun.

“Saya melihat banyak ladang tandus di desa saya. Tentu ini persoalan air. Ada bantuan dari bank untuk mengebor sedalam 70 meter, sehingga air bisa didapat. Saya salurkan ke ladang-ladang dengan pipa.”

Ladang Jagung Bayolewun yang dikelola bersama istrinya tumbuh subur. Bahkan jadi destinasi kuliner idola.

“Setiap ada tamu dari Jakarta, pasti saya bawa ke sini untuk makan siang,” kata Maksimus Masan Kian, Ketua PGRI Flores Timur.

Di meja dihidangkan nasi campur kacang ijo, ikan bakar yang matinya satu kali alias masih segar dari laut, dan sambal. Minumnya teh manis panas (karena tidak ada es).

Sungguh nikmat makan di ladang. Udara Adonara sangat bersih sehingga rongga dada penuh dan bisa bernapas lega.

###

   Bagi saya Kamilus seorang pionir. Dia mengolah tanah tandus dan mengangkat derajat masyarakat dengan ilmu pengetahuan. Dia dan masyarakat membangun Koperasi Tani Lewowerang (KTL).

“Koperasi simpan pinjam di sini tidak berhasil. Anggotanya tidak sejahtera,” kritiknya. Koperasi yang dipimpinnya berhasil menerapkan simpan pinjam bagi anggotanya. Lahan tidur menjadi kebun dan membuat petaninya sejahtera.

“Mulsa atau andam saya fungsikan dengan baik. Masyarakat jadi tahu, bahwa mulsa dari rumput atau ilalang kering, serpihan kayu, daun-daun yang gugur, bisa jadi pupuk.”

Lahan tandus diubahnya hingga menjadi subur dengan menggunakan mulsa alami. Akhirnya pupuk kimia berkurang. Kebiasaan tebas bakar ditinggalkan dan hasil produksi produk pertanian pun meningkat.

Berbagai penghargaan telah diraih Kamilus Tupen Jumat. Dia juga jadi pembicara di berbagai forum. Namun bagi petani penganut paham sosialis ini menghargai alam adalah harga mati agar alam bisa menghargai kita. (*)

TENTANG TOKOH KITA: Kita sering mengabaikan lingkungan di sekitar kita. Kadang tidak sadar, bahwa orang-orang yang sukses dan menginspirasi itu tetangga terdekat. Tokoh Kita mencoba menyuguhkan orang-orang yang sudah memberi kita inspirasi. Tokoh inspiratif kita bisa saja ayah-ibu dan saudara kita. Dia guru kita. Sahabat kita yang berprestasi di seni dan olahraga, siapa pernah tahu. Tukang bakso yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga jadi sarjana. Silakan kirim ke golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek Tokoh Kita. Sertakan foto sebanyak mungkin untuk mendukung tulisan. Panjang tulisan 1000-1500 kata. Belum ada honornya, masih mencari sponsor.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==