Ia menambahkan, tugas leader kampung komunitas itu untuk menumbuhkan kreativitas calon warga untuk berkarya dan berkolaborasi sesuai dengan kekuatan diri dan sumber daya masing-masing. Serta memunculkan rasa cinta dan memiliki pada Kampung Komunitas Ibu Profesional.

“Kampung Komunitas Ibu Profesional memiliki beberapa komunitas yang mampu menunjang para warganya untuk menemukan dan mengembangkan minat dan bakatnya agar tetap berdaya. Namun, komunitas di tiap regional bisa jadi berbeda-beda. Tapi, pada dasarnya ada tiga rumah di dalam tiap komunitas regional yang menjadi wadah bagi para warga, yaitu rumah belajar, rumah bermain, dan rumah berbagi. Ketiga rumah tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda,” ujar istri dari Tulus Rizki (35) ini.

Niya mengaku, sejak tahun 2017 mulai bergabung pada komumitas IP (Banten) dan mengikuti kegiatan dari regional dan pusat. Masuk IP Banten masih diakui Niya memang diwajibkan untuk aktif berkegiatan offline maupun online. “Saya sendiri ikut kepengurusan pusat dan regional mulai dari tahun pertama, sampai sekarang,” kata ibu 4 anak ini.

Niya menambahkan, untuk Kampung Komunitas regional Banten sendiri banyak kegiatan yang dilakukan setiap rumah, seperti ada diskusi aktif setiap harinya sesuai tema masing masing rumah.

“Kegiatan offline setiap rumah untuk November dan Desember tahun ini, kita alihkan ke acara JCC (Jelajah Cita Cita). JCC adalah sebagai bentuk penghargaan 11 tahun Ibu Profesional berkiprah di dunia perempuan. JCC bertujuan sebagai Tour the talents berbagi wawasan bakat pada anak yang menghadirkan para profesional dari jenis profesi yang berbeda. JCC akan di laksanakan tangal 18 Desember 2022. Dilaksanakan serentak di 11 titik regional dan 21 sub titik regional. Banten adalah salah satu tuan rumah yang mengadakan JCC,” pungkasnya. *



