Waktu pembelajaran kami berakhir di 4 Februari 2024. Waktu yang sungguh sangat singkat untuk menyerap banyak hal baik. Waktu yang tak cukup untuk bisa bersilahturami atau sekadar berwisata di tempat seindah Yogyakarta.

Pada tanggal itu, di hari Minggu adalah waktunya kita chek out dari tempat kami menginap di The Cube Hotel Yogyakarta. Di hari terakhir itu, kami berjumpa dengan Ibu Ade Tanesia. Dia kami kenal tahun lalu, ketika beliau menjadi kurator dalam Festival Genang Era di kampung Leworook, Flores Timur, penyelenggaranya Pandu Budaya Flores Timur. Saya dan Beatrik panitia pada acara tersebut.

Ibu Ade yang berdomisili di Yogyakarta mengajak kami bertemu untuk sekedar bersilahturami. Kami diajak wisata kuliner di Kampung Mataraman- tempat kuliner yang ada di Yogyakarta, dikelola Bumdes. Tempat yang asri dan menyenangkan, tempat yang sangat inspiratif.

Ternyata Ibu Ade memilih tempat ini untuk kami kulineran bukan tanpa maksud. Dia memberi contoh kepada kami, bagaimana potensi daerah bisa dikembangkan oleh Bumdes, sehingga memiliki manfaat bagi desa.

Kampung Mataraman ini sepenuhnya dikelola oleh Bumdes dengan seluruh karyawannya adalah warga setempat. Ibu Ade melihat hal ini mestinya bisa diadaptasi oleh kami di Flores Timur.



