Traveling: Healing ke Baduy Makan Durian

Setelah keluar dari tol Rangkasbitung, mulailah petualangan menyetir mobil Wuling yang logonya seperti kepala Gundala – superhero Indonesia karya Hasmi. Jalanan sebeum sampai Kecamatan Cimarga banyak galian pasir, berdebu dan berlubang. bukit-bukit dikeruk.

sewtelah pertigaan Polsek Leuwidmar, belok kanan, jalan mengecil dan banyak coran. Ini sebetulnya ngeri, kalau teledor satu ban bisa nyangkut di besi cor atau jatuh ke badan jalan. Itu pasti bikin macet. Mestinya tadi di pertigaan jangan belok kanan, terus saja ambil jalan ke Cisimeut.

Kalau naik angkutan umum, dari terminal Pakupatan Serang ada bus DAMRI. Berangkat pagi. Atau bisa juga naik kereta turun di stasiun Rangkasbitung. Terus nyambung naik ELP. Siapkan aja dana Rp. 200 ribu untuk dua kali jalan. Kalau dengan penginapan 1 kamar Rp. 300 ribu/malam, iuran 3 orang. Jatuhnya untuk transportasi dan penginapan total Rp. 300 ribu. Bawa Rp. 500 ribu cukuplah.

Siapkan juga receh untuk sumbangan pembangunan masjid. Atau juga warga yang menjaga tutup-buka jalan, karena sedang pengecoran.

Alhamdulillah, sekitar pukul 14.00 tiba di Ciboleger, perbatasan Baduy luar. Ini pintu utara. Jangan dibilang tidak kaget. Ini berbeda dengan tahun 1993, terakhir saya ke sini. Sudah sangat modern. Ada ATM. Puskesmas. Ada Alfamart-Indomart. Orang lalu-lalang di antara warga Baduy Luar dari Kaduketug yang mengangkuti durian, rumah-rumah mewah, dan penginapan Sederhana!

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==