Saya pernah backpacking di 7 negara Asia selama 2 tahun. Bersenang-senang, bahkan naik sepeda dari Singapura ke Bangkok selama 50 hari. Tadinya mau terus ke Eropa dari Pakistan, tapi Emak sakit. Akhirnya saya pulang, mengubur keliling dunia, karena Emak meminta saya bekerja tetap dan menikah.

Semua pengalaman yang saya dapat selama traveling saya tulis dan diterbitkan jadi buku. Akhirnya sejak 1996 – setelah menikah, saya tidak ke mana-mana. Saya bekerja di Indosiar, kemudian pindah ke RCTI hingga 200. Kemudian saya fokus sebagai pegiat literasi; saya membangun komunitas Rumah Dunia yang bergerak di jurnalistik, sastra, dan film.

Sekarang saya ditetapkan sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) oleh Perpustakaan Nasional RI sejak 30 April 2021 hingga berakhir Desember 2025. Keinginan keliling dunia muncul lagi. Setelah saya selesai sebagai DBI pada Desember 2025, umur saya 63 tahun. Saya ingin sekali traveling (backpacking) mulai dari Turki menyusuri Eropa Timur. Saya ingin berinteraksi dengan warga lokal di satu negara yang saya singgahi. Saya ingin menyusuri desa-desa dan tidur di rumah mereka.

Pertanyaannya: Keliling Dunia di Usia Senja mungkinkah? Bagaimana dengan istri saya? Apakah dia akan saya tinggalkan sendirian di rumah? Saya baru traveling di 20 negara. Saya ingin ada negara ke-21 dan seterusnya…

Masih kuatkah saya menyandang ransel beratnya antara 10-15 kg? Saya menyadari, tubuh saya tidak seperti saat muda dulu. Tapi, semoga saya masih diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki untuk mewujudkan mimpi keliling dunia.
Gol A Gong



