Traveling Sambil Nulis Membuka Wawasan dan Bernilai Ekonomi

Ya, traveling sambil nulis itu mengasyikan. Selain menambah wawasan juga bernilai ekonomi aias menghasilkan uang. Bisa nulis langsung dari lokasi, unggah di medsos. Nanti pulangnya dibaca lagi. Ditulis lagi, dilengkapi kekurangannya.

Seperti saat honeymoon ala backpacker bersama Tias Tatanka pada 2012 selama 50 hari perjalanan di 7 negara Asia, saya tulis di blog. Setelah sampai di rumah, saya tulis lagi dan diterbitkan jadi buku dengan judul “Honeymoon al Backpacker”.

Traveling Bukan Sekadar Healing tapi Traveling Sambil Nulis sudah saya lakukan sejak SMA. Saya menulis banyak tentang traveling. Orang-orang menyebutnya “travel writing”. Ini bukan sekadar menulis tentang hotel, selera makan, atau destinasi wisata.

Traveling sambil nulis bukan menulis brosur. Tulisan jenis travel writing adalah menumpahkan perjumpaan kita dengan hal-hal baru di tempat baru. Travel writing adalah perayaan kita pada kehidupan yang sangat beragam di kota-kota yang kita singgahi.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==