Wajah Ceria Gol A Gong Namun Hatinya Menangis

Aku mengalami dilema dengan informasi, bahwa Ibunda Gol A Gong – Hj. Atisah Harris bin Atjing, telah meninggal dunia Selasa malam, 19 Juli 2022 pukul 19:45, dan akan disemayamkan di pemakaman umum persis di depan Rumah Dunia, di Kota Serang. Namun Mas Gong, Duta Baca Indonesia sedang berada di Maluku untuk berkegiatan literasi dengan waktu yang cukup padat; ada 6 titik kegiatan berbarengan dengan pemakaman . Di antaranya: SDN 2 Ambon, SDN 1 Ambon, SLB Negeri Batu Merah Ambon, Perpustakaan Desa Hatukau Negeri Batu Merah, MAN 1 Maluku Tengah, dan Kampung Sepak Bola Tulehu. Aku berusaha untuk melakukan hal terbaik dalam kegiatan ini.

Tim Safari Literasi dijemput oleh Mobil dari DPK Provinsi Maluku dan tiba di SDN 2 Ambon pukul 09.30 WIT. Kami disambut anak-anak dengan kostum unik yang dibuat dari plastik dan karung limbah rumah tangga. Mereka berbaris memainkan drumben yang terbuat dari barang-barang bekas. Aku perhatikan, Mas Gong bersemangat dan tetap tegar. Luar biasa.

Saat acara di sana, Mas Gong mendongeng tentang bagaimana ia kehilangan lengan kirinya dan memotivasi anak-anak untuk gemar membaca sejak dini.

Setelah beberapa menit berlalu, Tim Safari Literasi berpindah kegiatan ke SDN 1 Ambon. Kebetulan lokasinya, masih menyatu dengan tempat sebelumnya. Jadi, kami hanya berjalan kaki. Di ruangan, sudah banyak anak-anak yang menunggu kedatangan kami. Di sini, Mas Gong juga bercerita tentang proses kehilangan lengan kirinya kepada anak-anak dan mendongeng tentang “Keluarga Cacing & Keluarga Ayam” yang berisi pesan persahabatan.

Kami melanjutkan kegiatan menuju SLB Negeri Batu Merah Ambon, Jl. Raya Kebun Cengkeh RT/RW 008/003 Tanah Rata Batu Merah Kota Ambon dengan menggunakan kendaraan operasional DPK Provinsi Maluku. Pihaknya, sudah mengetahui bahwa Mas Gong telah kehilangan sosok seorang ibu. Mereka juga turut berduka cita atas wafatnya ibunda Gol A Gong.

Setelah sampai, satu siswi SLB Negeri Batu Merah memberikan selendang khas Maluku kepada Mas Gong. Kemudian, dia berteriak lalu pergi menjauh. Ibu gurunya, memberitahu bahwa ia autis. Lalu, Tim Safari Literasi masuk ke ruangan.

Di sana, ada puluhan anak SLB Negeri Batu Merah dan beberapa guru yang sudah menunggu kedatangan Duta Baca Indonesia. Aku perhatikan mereka yang memakai seragam sokolah dengan rapi.

Mas Gong, memberikan motivasi kepada mereka dengan bercerita tentang dirinya yang merupakan best practice dari membaca dan menulis. Ia juga mengajak mereka berinteraksi hingga bernyanyi bersama salah satu siswanya.

Di akhir acara, Rido Paul perwakilan sekolah memberikan buku yang berjudul Inspirasi Mengajar pada Masa Pandemi (Penerbit Syahadah) yang ditulis oleh guru-guru SLB Negeri Batu Merah Ambon kepada Mas Gong. Di dalamnya terdapat endorse dari Insun Sangadji, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku bahwa ternyata, sangat besar usaha para guru untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi yang ada. Berbagai kendala dan tantangan telah memacu para guru-guru ini untuk berpikir, belajar, dan mencoba berbagai metode dan pendekatan yang tepat bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Setelah itu, kami harus melanjutkan kegiatan menuju lokasi berikutnya; Perpustakaan Desa Hatukau Negeri Batu Merah. Di sana, Mas Gong berbagi ilmu tentang 7 pilar komunitas Rumah Dunia kepada sekitar belasan para peserta yang hadir. Yaitu: Basecamp, SDM relawan, Program, Dana, Koleksi Buku, Dokumentasi Publikasi, dan Jejaring.

Di sana, Mas Gong diberikan hadiah lukisan potret diri dari Aldi. Dia melukis saat acara berlangsung. Mas Gong membuat satu menit video bersamanya dan berkata terima kasih yang telah melukis dirinya dalam waktu singkat. Lukisan tersebut akan menghiasi wall of frame di rumah Mas Gong.

Kemudian, Tim Safari Literasi bergerak menuju lokasi selanjutnya; MAN 1 Maluku Tengah. Ternyata, di sana juga terdapat potret diri Mas Gong yang dicetak oleh digital printing yang diberi bingkai. Di dalamnya terdapat kata-kata mutiara Gol A Gong; setiap detik adalah suara hati. Lalai memanfaatkannya jatuh ke bumi. Ibarat daun kering hancur luruh. Tak akan bisa kembali lagi. Begitulah roda waktu mengiringi. Menjadi musih bagi kita juga kawan bagi kita.

Mas Gong memberikan tanda tangan pada bingkai tersebut. Lalu, bercerita banyak hal tentang literasi kepada guru-guru dan peserta didik MAN 1 Maluku Tengah. Aku akui sekolah memiliki perpustakaan yang sangat nyaman. Ada banyak koleksi buku, ruangan ber-AC hingga ruang podcast.

Di ruang podcast sekolah, Mas Gong diwawancara Firda Kolaki, Kelas 12 MIPA MAN 1 Maluku Tengah. Peralatan podcast-nya cukup lengkap. Aku menikmati proses wawancaranya. Farida berhasil melontarkan beberapa pertanyaan kepada Mas Gong dengan terstruktur.

Tenyata, ada beberapa guru di MAN 1 Maluku Tengah yang jadi pembaca “Balada Si Roy” karya Gol A Gong. Mas Gong memberi tahu bahwa novel tersebut akan dicetak ulang dengan cover buku versi film dan film-nya pun akan segera tayang dalam waktu dekat ini.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==