Akhirnya tiba waktu makan siang. Tim Safari Literasi menikmati kuliner khas Maluku; Papeda. Aku selalu senang berurusan kuliner khas, aku menyantapnya dengan lagap. Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Satu bale papeda diberikan harga dua ribu rupiah.

Usai makan siang, Tim Safari Literasi melanjutkan perjalanan menuju Kampung Sepak Bola Negeri Tulehu. Lagi-lagi, Mas Gong memberikan motivasi kepada anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) Negeri Tulehu di Lapangan Teremball Matawaru. Menurutnya, jadi atlet itu tidak selamanya mengalami masa produktif atau usia emas. Para atlet harus menyiapkan diri untuk era selanjutnya sebagai orang biasa.

Jadi, dari sekarang harus mempersiapkan diri dengan membaca dan memperoleh pendidikan yang tinggi agar tidak menjadi beban lingkungan. Karena negara belum memikirkan hal ini.

Aku baru tahu bahwa kata negeri itu bermakna desa bagi masyarakat Tulehu. Di akhir acara, Lestaluhu & Associates bekerja sama dengan Pemuda Tulehu Bersatu (PTB) memberikan donasi kepada SSB Negeri Tulehu. ABD. Latif Lestaluhu, selaku Managing Associates menjelaskan bahwa ada 5 SSB yang disumbang dalam bentuk insentif dana. Yaitu; Akademi 3T FC, Tulehu FC, Maehanu FC, SSB Persenal Hurnala Tulehu, dan Tulehu Putra.

Di setiap titik kegiatan, Tim Safari Literasi memberikan paket hibah buku dari Gramedia, Elex Media Komputindo, Mizan, Agro Media, Sip Publishing, dan Gong Publishing. Terima kasih telah mendukung gerakan hibah buku untuk anak-anak Indonesia.

Setelah semua rangkaian kegiatan selesai. Aku berfikir bahwa begitu tegarnya Gol A Gong hari ini padahal ibundanya telah meninggal. Keputusannya, sudah diberikan izin oleh pihak keluarga. Aku yakin, di dalam ekspresi wajah ceria Mas Gong pasti hatinya “menangis”. Semoga almarhumah; Hj. Atisah Harris binti Atjing mendapatkan pahala yang mengalir dari kebaikan-kebaikan Gol A Gong.
Maluku, 23 Juli 2022
Djoe Taufik


