Dalam beberapa hari pembukaan, para orangtua ternyata begitu antusias mendaftarkan putra-putrinya dari usia 3-9 tahun. Jumlah peserta didik yang mendaftar kurang lebih mencapai 80 orang.

Semenjak hari pertama digulirkan tidak menyurutkan para orangtua untuk mengantarkan putra- putrinya, meski dengan segala keterbatasan karena belum mempunyai ruang kelas, untuk sementara proses belajar dilaksanakan di Selasar mesjid; duduk lesehan beralaskan terpal.

Sriyanto selaku ketua RW dalam sambutannya pada pembukaan perdana TPQ sangat mendukung dan mensupport kegiatan positif warga Kompleks. “Anak-anak belajar yang semangat ya!” seru pak RW yang selalu bersemangat.

Sementara Handono selalu perwakilan dari pihak DKM berharap, kehadiran TPQ menjadi wasilah untuk turut meregenerasi kepengurusan umat nantinya khususnya mesjid. “Semoga dengan adanya TPQ anak-anak bisa ngaji dan bisa jadi imam sholat nantinya, agar ada regenerasi setelah kami kami ini nggak ada!”

Warga sepakat memberi nama TPQ Rizqon Hasanah, yaitu mengadopsi nama mesjid. Biaya pendaftarannya terbilang murah meriah. Pendaftaran hanya Rp. 10.000,- rupiah, sementara iuran SPP Bulanan terdapat 3 opsi, dari 10.000,- 15.000,- hingga 20.000,-. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan Senin-Kamis, bakda ashar hingga menjelang magrib.

TPQ Rizqon Hasanah memiliki 8 orang guru atau relawan. Ada pun pembelajaran menggunakan metode Tilawati. Kebetulan mama Baim sudah mengantongi syahadah atau sertifikat Tilawati, sementara tenaga pendidik yang lain begitu antusias belajar kepada mama Baim dan Bu Zahroh setiap hari Jumat pagi.

Semoga kehadiran TPQ Rizqon Hasanah di Kompleks kami turut andil dalam menyiapkan generasi yang literat dan menjadi wasilah turunnya berkah dan kebaikan bagi seluruh warga Kompleks sehingga dianugerahi anak-anak yang salih dan salihah. Aamiin. *


