Well Home Stay Mendukung Gerakan Literasi Sekolah Rote Ndao

Saya mengangguk gembira. Well Homestay lebih dari cukup. Saat safari literasi, saya berkompromi soal penginapan. Sejak dulu saya tidak rewel soal penginapan. Bahkan kadang tidur di rumah pengelola taman bacaan masyarakat.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan Media Cakrawala Pendidikan NTT mengundang saya dan Ade Ubaidil ke Pulau Rote untuk terlibat di Gerakan Literasi Sekolah Rote Ndao pada 24 Mei hingga 5 Juni 2022. Di Pulau Rote yang secara geogrfis letaknya paling selatan – dekat ke Australia, membuat saya bersemangat mendukung gerakan mulia ini.

Well Homestay, penginapan dengan 15 kamar, internet yang bagus, dan homey alias serasa di rumah adalah tempat menginap yang asik jika kita ke Pulau Rote. Ruang tamunya luas, warna dindingnya cerah. Saya beruntung bisa bercakap-cakap dengan pemiliknya – Marten Lussi, 55 tahun. Saya bisa mendengar banyak kisah tentang Well Homestay dari dia. Sungguh heroik.

Marten lulusan Akademi Perhotelan Kupang, 1987-1993 bercerita tentang suka-duka membangun Well Homestay 10 tahun yang lalu. Setelah pensiun dari jabatan menejer hotel di Inaboi, 1987-2007, ayah 3 anak ini memulai usahanya membangun Well Homestay di rumahnya. “Saat mengebor, mencari sumber mata air, yang didapat justeru api.”

Marten merasa bahwa yang bisa menyelesaikan ini adalah Allah sendiri. Maka dia berdoa – dia meminta kepada Tuhan, “Ya, Tuhan, berilah saya air untuk bisa menghidupi saya.”

Tidak lama pegawainya yang sedang mengebor berteriak, ‘Air, air keluar!”

Maten mengucap syukur. Dia saat itu sedang memakai kemeja berwarna merah. Dia langsung terinspirasi menamai penginapannya “Well Homestay”. Di kamus Bahasa Indonesia, kata “Well” mengandung 24 arti. Jika adjektiva (kata sifat) mengandung arti kaya, enak, sedap, sehat, beruntung, baik. Arti “well” sebagai nomina (kata benda) berati lift, tambang minyak, mata air, sumur, telaga, perigi, sumber.

Maten menyambut baik Gerakan Literasi Sekolah di Rote Ndao dengan memberi harga istimewa. “Jefry itu guru di SMKN Lobalain, teman baik saya. Kegiatan ini sangat mulia. Kegiatan ini menjadikan anak-anak Rote Ndao pintar,” kata Maten, yang masih menyimpan kemeja bersejarah berwarna merah itu.

Saat pemotretan, Maten mengambil kemeja berwarna mera itu dan mengenakannya. Saya memotretnya dengan gemetar. Saya mmeinta tolong kepada staf Media Cakrawala untuk memotret. Saya jadi teringat Bung Karno, “Jangan melupakan sejarah.”

Begitulah kisah Well Homestay. Maten dan isterinya sudah menyipkan ketiga anaknya untuk meneruskan bisnis penginapan ini. Di samping penginapannya, dia sudah membebaskan tanah seluas 2000 meter persegi . Kita doakan Well Homestay semakin maju dan berkembang.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==