Siapa tidak mengenal Pramoedya Ananta Toer? NBovel tetralogi Bumi Manusia mengguncng sastra dunia. Novel yang menceritakan tentang kehidupan Minke, siswa HBS sekolah menengah atas dengan pengantar bahasa Belanda. Minke merupakan satu-satunya orang Indonesia di antara siswa Belanda. Sebagai keturunan priayi, ia mendapat kesempatan dari pemerintah kolonial untuk bersekolah di sana.

Pada 6 Februari 1925, Pram lahir di Blora. Berarti 6 Februari 2025 genap 100 tahun usianya. Di seluruh Indonesia, orang yang senang membaca buku Pram merayakannya. Saya selalu terkenang dengan ucapan Pram yang ikonik:
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
― Pramoedya Ananta Toer

Bagaimana dengan kamu? Hanya latah ikut merayakannya saja? Atau mengikuti anjurannya, yaitu menulis? Satu lagi petuahnya yang ikonik:
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”
Selamat menulis. Pram sudah tiada, kita sebagai pembaca buku-bukunya meneruskan perjuangannya.
Gol A Gong




