Ya, hari ini mereka menggambar dengan pola huruf “h” kecil tadi. Ide itu saya dapatkan dari YouTube, beberapa menit sebelum kegiatan mingguan di Rumah Baca Bojonegara dimulai.
Komunitas: Dinosaurus dan Mesin Gelembung di Rumah Belajar Bojonegara

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Ya, hari ini mereka menggambar dengan pola huruf “h” kecil tadi. Ide itu saya dapatkan dari YouTube, beberapa menit sebelum kegiatan mingguan di Rumah Baca Bojonegara dimulai.

Dakwah lewat puisi. Membgikan perasaan tentang kepergian seseorang bagi penyair adalah kesedihan yang mesti dituliskan jadi puisi. Seduh kopimu, kawan.

Bantuan dari para guru untuk korban erupsi Gunung Lewotobi akan terus diberikan oleh para guru secara bertahap. Bantuan baik melalui wadah PGRI, maupun sekolah yang turun langsung ke lokasi.

Cukup kaget juga karena kami dijemput dengan mobil Porsche. Seumur hidup, sepertinya baru pertama kali kami naik mobil mewah ini. Alhamdulillah, di sini ketemu orang-orang baik.

Ciboleger, perbatasan Baduy luar. Ini pintu utara. Ini berbeda dengan tahun 1993, terakhir saya ke sini. Sudah sangat modern. Ada ATM. Puskesmas. Ada Alfamart-Indomart.

Sekolah di kelas memang penting untuk menjelaskan materi dan edukasi. Namun, sekolah di lapangan adalah bentuk nyata untuk menilai proses pembelajaran selama di kelas.

Para peserta didik yang beruntung tersebut adalah atas nama Ermelinda Intan, Maria Leno Koten, Chelsea Sandra Bau Loe dan Theodora.

Sekelompok siswa yang tergabung dalam ekskul ‘NgeDate Jo Buku’ akan ngobrol santai tentang satu buku. Ada host, ada teman buku (semacam pembicara).

Universitas Primagraha adalah kampus pertama di Banten yang mengadakan kunjungan Study Ekskursi Manajement di PT Buana Centra Swakarsa.

Ketua Agupena NTT, Thomas Akaraya Soge, sangat mendukung Agupena Flores Timur aktif kembali setelah pada periode sebelumnya dinilai kurang aktif.

Dakwah bisa juga lewat puisi. Setiap hari kita disuguhi drama politik yang diluar nalar. Saling serang, janji-janji dihamburkan. Bacalah puisi MN Fazri ini.

Dakwah lewat puisi. Kali ini Zaeni Boli, seniman dari Flores Timur, merespon fenomena digital dan demokrasi di Indonesia lewat puisi. Seduh kopinya, ya.

Di masa depan, minimal anak-cucu kita harus menguasai1 bahasa asing. Syukur-syukur bisa 2bahasa asing. Di Rumah Dunia, Bahasa Inggris dikenalkan sejak dini.

Hidup di Qatar ternyata amazing, kata Diday Tea. Selain pendapatan yang amazing, juga masih bisa ngobrol pake bahasa Sunda siah.

Berhubung hubby masih susah mengunyah makanan seperti kikil, aku harus cari menu agar beliau dapat menyantap kikil dengan bebas merdeka tanpa merasakan sakit gigi lagi.

Sekiranya diriku berada di neraka, maka diriku masih ditemani oleh banyak manusia. Tetapi di alam kubur, sebagaimana kuburan yang ada di hadapan kita saat ini, aku berada sendirian, hal inilah yang membuat diri ini menangis.

Kamu termasuk orang yang lebih peduli pada omongan orang lain? Suara hati sendiri dilupakan? Introspeksi, dong.