Pementasan di atas kapal? Apa bisa? Ya. Di pelabuhan Larantuka. Ada pementasan di atas kapal Arka Kinari oleh Filastine dan Nova, seniman penjelajah.
Pentas di Atas Kapal Arka Kinari Larantuka

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Pementasan di atas kapal? Apa bisa? Ya. Di pelabuhan Larantuka. Ada pementasan di atas kapal Arka Kinari oleh Filastine dan Nova, seniman penjelajah.

Tarakan di Kalimantan Utara pada 24-27 Juni 2024 akan bergairah dengan geliat literasi Duta Baca Indonesia. Ayo, bergabung.

Kalau sudah melihat ransel, selalu kangen traveling ala backpacker. Umurku sekarang 60 tahun. Akankah terwujud cita-citaku: keliling dunia?

Buku kumpulan puisi Sang Tamu Agung (SIP PUblishing, Juni 2024) terbit juga. Betapa bahagianya saya. Buku itu lasung saya bawa ke Mas Gol A Gong untuk jadi koleksi Museum Literasi Gol A Gong.

PAUD Ceria, Kampung Sungai Pedado, persinggahan kesekian, Celemek Ajaib Paman Gong. Mengenalkan literasi lewat cerita dan nyanyian. Paman Gong bergembira bersama mereka.

Karakter tokoh utamanya diluar kebiasaan saya. Biasanya macho, ganteng, disukai perempuan, kali ini saya keluar dari kebiasaan itu. Saya mencoba tokohnya kaya tapi jadul, anak Mama, berkacamata karena kutu buku, digital native, sarjana ekonomi, sok pemberani, anak bawang, jarang gaul, dan tidak punya pengalaman pada wanita.

Dadang Ari Murtono, lahir di Mojokerto, Jawa Timur. Bukunya yang sudah terbit antara lain Ludruk Kedua (kumpulan puisi, 2016), Samaran (novel, 2018), Jalan Lain ke Majapahit (kumpulan puisi, 2019), Cara Kerja Ingatan (novel, 2020), Sapi dan Hantu (kumpulan puisi, 2022), Cerita dari Brang Wetan (kumpulan cerpen, 2022), serta Peta Orang Mati (kumpulan cerpen, 2023).

Waktu begitu cepat berlalu. Safari Literasi di Ambon sangat berkesan. Masih terbayang ketika anak-anak SD Kristen Nania menyambut saya dengan ukulele dan bernyanyi “Enggo Lari”.

Kalimantan Utara bukan wilayah yang asing bagi Gol A Gong. Sudah 3 kali ke sini. Bahkan masuk lewat Tawao, Sabah, Malaysia, Nunukan, kemudian Tarakan. Sampai jumpa!

Pekerjaan bukanlah sekadar aktivitas sehari-hari, melainkan sebuah investasi dalam kehidupan yang lebih baik. Kisah para penjual sapu dan penjual asongan di pasar Rau mengajarkan kita tentang nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab.

Puisi Minggu sudah edisi ke-24 lagi. Tidak terasa. Kali ini Zen Zaini menjadikan Jakarta sebagai inspirasinya dalam menulis puisi. Jakarta yang sudah tua. HUT ke-497 Jakarta diperingati pada tanggal 22 Juni 2024. Tahun ini, upacara HUT Jakarta diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas). Seduh kopi terbaikmu, ya.

De Rudi tidak hanya mendukung Devin dalam aspek pendidikan formal, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan tanggung jawab sosial. Dengan menyumbangkan buku-buku yang sudah tidak terpakai, De Rudi ingin menunjukkan kepada Devin pentingnya menempatkan sesuatu di tempat yang layak.

“Wawasan dan pengalaman empiris penting dimiliki karena akan menunjang ketika berbicara dan bertindak,” tegas Abdul Salam HS

Di acara wisuda ini, terlihat jelas betapa antusiasme anak-anak dalam menampilkan berbagai pertunjukan dan menerima penghargaan. Mereka telah belajar banyak hal selama di RA Cahaya MNU, dari keterampilan sosial hingga pengetahuan dasar.

Ini tulisn bagus. Saya membacanya di WAG Sahabat Balada Si Roy. Penulisnya Oleh J.S. Hutabarat. Saya mohon izin menayangkannya di sini, agar orang-orang tersadar, bahwa kita butuh bahagia dan gembira. Sepakbola bisa diibaratkan obanya bagi kita yang sedang sakit.

Selempang Duta Baca Indonesia bukan sekadar selempang atau benda yang melintang di badan. Dia adalah amanah dan tanggung jawab. Sebagai bentuk kampanye, ini memang terlambat, saya akan berfoto dengan latar belakang ikonik di kota itu. Sekarang dengan jembatan Ampera di Kota Palembang.

Saya menangkap, Armakalaya di buku ini sedang memetakan perilaku orang-orang. Di awal-awal, orang berusaha bersaleh-saleh diri dengan puasa ramadan, demi mengejar rahmat Allah SWT. Namun terlihat jelas bahwa memasuki fase atau babak kedua ramadan, yang sejatinya dihias dengan amalan dalam rangka pengampunan, naluri-naluri manusiawi mulai kembali berkuasa, memalingkan peluang baik pengampunan tersebut.