Untuk hal baik tersebut Pemerintah Kabupaten Flores Timur memandang perlu agenda workshop ini untuk peningkatan kapasitas lembaga seni tradisional di Flores Timur.

Agenda workshop di Aula Hotel Sunrise diwarnai dengan banyak pertanyaan dari peserta tentang hal ihwal bagaimana memajukan kesenian Tradisional di sanggarnya masing-masing.

Lepas dari itu sesungguhnya sanggar -sanggar yang ada secara mandiri telah tumbuh dan menunjukan eksistensi di ruang lingkup kesenian Kabupaten Flores Timur. Contohnya Sanggar Seni Sina Riang yang telah mampu menyelenggarakan festival , mengakomodir banyak komunitas kesenian di Pulau Adonara.

Dari banyak pertanyaan peserta workshop, Mbak Rama mencoba menjawab dengan sangat bijak. Hal itu berkat pengalamannya bertemu dengan banyak orang di seluruh dunia, menemukan kebudayaan yang beragam dan dinamis.

Pada akhir pembicaraan, Mbak Rama memberi pesan, “Jangan seluruh apa yang disampaikan sebagai contoh yang lurus-lurus mesti diterapkan, tapi biar apa yang disampaikannya menjadi cermin bagi teman-teman pengelola sanggar. Jika baik, maka silakan diadaptasi.” .

Acara workshop ini di tutup oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Eman Lamury. (*)



