Ini sangat menyedihkan. Saat Safari Literasi dari Sabang hingga Merauke, semua pejabat mengutip seperti itu. Biasanya begitu tiba giliran saya bica, 3 kendala literasi di Indonesia ini saya sodorkan, yaitu:

- Kepala Dinas Perpustakaan yang merasa dibuang. Itu bukan sekadar asumsi atau dugaan saya, tapi hasil perbincangan denan pusakawan, bahkan kepala dinasnya sendiri. Biasanya mereka berdalil baru2-3 bulan menjabat sebagai kadis. Hal ini kemudian yang menyebabkan para pustakawannya tidak bergairah; mereka tidak memiliki program-program inovatif. Beberapa daerah pernah saya temukan, kepala dinasnya melakukan perlawanan terhadap stigma buruk itu, sehingga gedung perpustakaannya ramai kegiatan berkolaborasi dengan komunitas.
- Akses ke perpustakaan yang masih terkedala transportasi atau geografis. Banyak perpustakaan yang bagunannya sangat menyedihkan. Kendala ini sudah diantisipasi oleh Perpustakaan Nasional RI dengan memberikan bantuan pembangunan gedung dari DAK senilai Rp 10 milyar.
- Distribusi buku yang tidak merata. Di Sumatra-Jawa-Kalimanan, kita berfoya-foya dengan buku. Jika ada buku baru, kita bisa happy ke toko buku atau menghadiri peluncuran dan bedah bukunya. Perpustakaan pemerintah dan taman bacaan bertebaran di mana-mana. Tapi di Timur, fakta menyedihkan terhidang. Jika saya membeli buku seharga Rp 50 ribu, ongkos pengirimannya ke Indonesia Timur bisa dua-tiga kali lipat.

Semoga 3 kendala literasi ini bisa kita hilangkan. Kabar baiknya, di tahun 2023, nilai indeks tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia mencapai 66,77 poin (sedang), sedikit meningkat dari tahun 2022 dengan nilai 63,90 poin.
Untuk menentukan TGM itu menggunak formulasi komponen yang terdiri dari frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.

Menurut Perpustakaan Nasional RI, kita tahu tujuan dilakukannya kajian TGM itu untuk mengidentifikasi dan mengkaji kondisi perpustakaan umum provinsi, kabupaten/kota, dan desa/kelurahan, mengidentifikasi dan mengkaji tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca. Bagaimana di kota kamu?
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
*) Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat




