Pertama; literasi keluarga. Ini sangat penting. Kita tahu ibu itu madrasah pertama, perpustakaan pertama. Emak saya selalu becerita sebelum kami tidur. Di meja makan saat sarapan atau makan malam, semua anggota keluarga mesti bercerita tentang peristiwa hari itu. Komunikasi orang tua dan anak harus terbuka, egaliter dengan tetap menjaga sopan santun kepada yang lebih tua.

Kedua; anak-anak harus mau berinteraksi dengan lingkungan, terutama bergabung dengan komunitas. Di komunitas anak-cucu kita belajar berkolaborasi dan berkomunikasi, karena 2 hal itu penting untuk bekal jadi pemimpin. Di komunitas kita diasah untuk jadi leader atau follower. Saya membangun komunitas Rumah Dunia, agar keempat ank kami bisa belajar langsung dalam hal interaksi dan komunikasi.

Ketiga; kita harus mampu beradaptasi dengan zaman digital ini. TIK atau Teknologi informasi dan komunikasi adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Kita harus memiliki akun di medsos. Kita harus tahu bahwa TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Di era AI – Artifiial Intelligence atau kecersasan buatan yang merajalela, kita jangan sampai diperbudak, tapi justru harus memperbudak.

Keempat; jejaring sangat penting untuk koneksivitas. Apa-apa yang kita lakukan harus disebarkan ke jejaring kita. Bisa ke pers mainstream seprti TV dan koran, komunitas conten creator,

Silakan dicoba, ya. Manusia berusaha, Tuhan jualah yang menentukan. Ikhtiar dan do’a, jalan beriringan. Tempuhlah prosesnya, insya Allah, tidak akan pernah mengkhianati hasil.



