
Safari Literasi di Flores Timur berakhir sudah. Ini hari terakhir di Larantuka. Akan diisi 2 kegiatan, yaitu di SMPK Saint Gabriel dan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka. Kami ditemani Hironimus dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Flores Timur dan Maksimus.

Titik pertama mengunjungi SMPK Saint Gabriel . Di pintu gerbang sekolah disambut tarian. Saya harus memotong akar rotan dengan golok. Baru terpotong setelah tebasan ketiga. Sirih juga saya kunyah sedikit. Di Jayapura, Papua, saya malah mengunyah sirih sebagai penghormatan.

Di SMK Saint Gabriel ini heboh. Acaranya di lapangan sekolah. Berpanas-panasan. Kemudian para pelajar bergeser ke koridor sekolah atau duduk di bawah pohon. Taufik membuka dengan pembacaan puisi “Bunga”. Daniel mendapat giliran; dia menceritakan perjalanan sejak 18 Januari hingga bisa berada di Larantuka. Terutama cerita tentang jalanannya yang berkelk-kelok 360 derajat. Saya membagikan pengalaman tentang menulis fiksi mini atau flash fiction.


