Kegiatan terakhir di Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka. Stu-satunya kampus di Larantuka. Saya membayangkan, kalau di kota ini tidak ada perguruan tinggi, mereka harus berlayar atau naik pesawat terbang ke Kupang dan Jawa.

Di kampus ini berdiskusi tentang dunia lterasi, kampus yang belum maksimal berperan aktif di gerakan lierasi nasional. Dunia kampus cenderung ekslusif. Melihat perpustakaan kampusnya juga prihatin, koleksi bukunya belum variatif. Kendala di Indonesia Timur memang di persoalan distribusi buku yang belum merata.

Setelah makan siang di kampus, kami menuju dermaga. Pukul 17:00 si Biru masuk ke KP Cakalang, kapal Ferry menuju Kupang. Pak Hironimus yang setia terus mendampingi kami hingga kapal ferry melaju membelah laut – berlayar menuju Kupang.

Seminggu di Larantuka, dibawa berayar ke Adonara dan Solor. Diajak ke desa-desa, mengunjungi sekolah. Naik ke bukit, bediskusi tentang dunia lierasi dengan para pengelola taman bacaan masyarakat.
Larantuka, Flores Timur, tak akan bisa aku lupakan.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2022
Berdaya dengan Buku


