Apa saja? Kok, cuma lima? Seperti Pancasila saja. Kalau ciri-cirinya ada 10, nanti kebanyakan. Ini dia:
- Ide cerita out of the box; Cerita harus memiliki konsep yang unik dan tidak biasa, yang dapat menarik perhatian pembaca. Misalnya, mengangkat tema yang jarang dibahas atau menggabungkan genre yang berbeda, seperti fiksi ilmiah dengan budaya lokal.
- Tema mengandung konflik; Setiap cerita yang menarik biasanya memiliki konflik yang jelas, baik itu konflik internal (dalam diri tokoh) maupun eksternal (antara tokoh dengan lingkungan atau tokoh lain). Konflik ini menjadi pendorong utama alur cerita dan membuat pembaca ingin tahu bagaimana penyelesaiannya. Misalnya cinta terlarang.
- Tokoh dominan bisa protagonis atau antagonis; Cerita harus memiliki tokoh utama yang kuat, baik sebagai protagonis (tokoh baik) maupun antagonis (tokoh jahat). Karakter ini harus memiliki motivasi yang jelas dan perkembangan yang menarik sepanjang cerita, sehingga pembaca dapat terhubung dengan mereka. Contohnya tokoh Joker di film Batman.
- Multiplot; setiap tokoh dalam cerita memiliki latar belakang dan cerita mereka sendiri yang saling terkait. Ini memberikan kedalaman pada narasi dan memungkinkan pembaca untuk melihat berbagai perspektif. Misalnya, dalam sebuah cerita, kita bisa mengikuti perjalanan hidup beberapa karakter yang berinteraksi satu sama lain.
- Latar tempat yang variatif, jangan cuma indoor tapi outdoor; Menggunakan berbagai latar tempat, baik indoor maupun outdoor, dapat memperkaya visualisasi cerita. Misalnya, perpindahan antara kota, desa, hutan, atau tempat-tempat bersejarah dapat memberikan nuansa yang berbeda dan mendukung perkembangan cerita.

Kita coba menerapkannya, ya. Misalnya, sebuah cerita tentang seorang pemuda yang berjuang untuk mengubah nasib desanya yang terpinggirkan. Dalam cerita ini:
- Ide Cerita: Menggabungkan elemen tradisional dengan teknologi modern.
- Tema Konflik: Pertentangan antara tradisi dan modernitas.
- Tokoh Dominan: Pemuda sebagai protagonis dan seorang pengusaha sebagai antagonis.
- Multiplot: Menggali cerita dari sudut pandang pemuda, orang tua desa, dan pengusaha.
- Latar Tempat: Desa, kota besar, dan ruang digital.
- Riset: Mengumpulkan data tentang kondisi sosial ekonomi desa dan teknologi yang relevan.

Dengan mengikuti ciri-ciri ini, Anda dapat menciptakan cerita yang menarik dan berkesan. Tentu kelima ciri-ciri itu harus melewati proses riset yang ketat. Fakta dan datanya harus mendukung. Saya sudah mencobanya di beberapa novel. Rata-rata cetakan ketiga ke atas. Ada yang cetakan ketujuh, kalau Balada Si Roy sudah belasan kali. Nah, dicoba ya.
Gol A Gong


