tak sanggup aku menuliskan sajak
tentangmu, kisah-kisah di balik lekuk.
biar sajalah, kuberangus kata dan
menyimpannya rapat terkunci dalam peti
tak berharap bangkit dari kubur.

kali ini, kunikmati jejak yang ditinggalkan
para perempuan menera warna ditingkah
tawa dan suka-cita. bersama mereka aku
mengeja kesabaran lembaran-lembaran
mori bercap lilin. dan kuas bambu rela
dicelupkan sebagai warna apa saja.
Serang – Banten, 15 September 2017
Suatu siang di Batik Banten


