Kekagumanku kepada Pangeran Diponegoro sejak kecil. Ada dua gambarnya yang menarik hati. Pertama lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh. Kedua gambar Pangeran Diponegoro saat menunggang kuda, serban putih dan jubah putihnya berkibar, tangannya menunjuk (kepada Belanda yang sudah merebut tanahnya). Gambar kedua ini sangat banyak dan patungnya pun banyak.

Saya mendapat kesempatan berkunjung ke Magelang pada saat “Hari Kunjung Perpustakaan”, 14 September. Dinas Perpustakaan Kota Magelang mengajak saya city tour. Di alun-alun, saya terpukau dengan monumen Pangeran Diponegoro sedang menunggang kuda dan tangannya menunjuk. Saya sempat mnulis satu puisi untuk Pangeran Diponegoro. Ini dia puisinya:


