Laut menjauh, Ibu!
cakrawala terhalang kapal
perompak
mengangkang di tubuhmu
kopiku dingin dalam arang
air laut berpindah
ke dalam cangkir
: kau sudah lama mati, Ibu!
Layarku tanpa arah, Ibu!
tak bisa membaca cuaca
aku melempar jala
ke muara
cintamu hanyut menuju
samudra
terhempas gelombang
: jadilah penerang, Ibu!
terang bulan bukan untukmu, Ibu!
ikan-ikan berpindah ke dalam kaleng
tanpa es tanpa harga
tanpa sesajen
: aku melarungmu, Ibu!
*) Kendari, 9 November 2019

*) Gol A Gong; antologi puisinya; Dunia Ikan (2010), Membaca Diri (Gong Publishing, 2013), Kota yang Ditinggalkan Penghuninya (Gong Publishing, 2016) , Kutanam Matahari di Halaman Rumah Kita (Gong Publishing, 2017) dan Air Mata Kopi (Gramedia, sepuluh besar “Hari Puisi Indonesia” 2014). Sekarang Duta Baca Indonesia, 2021-2023


