Lantai yang Sama di Masa Berbeda (1)

Oleh Tias Tatanka

Ruangan ini dulunya adalah pendopo tempat kami menempatkan buku-buku pertama kali. Bermula dengan rak sepatu, lalu lemari pakaian anak-anak yang direlakan, kemudian ada yang menyumbang rak kayu bekas tempat jualan sembako. Ada banyak barang silih berganti menempati ruangan ini.

Lantainya pun berganti wajah dari semen biasa yang suka bikin sakit dengkul, lalu dipel dengan parutan kelapa biar lebih ramah ke kulit. Sampai ketika ada dana lebih, hubby menggantinya dengan keramik paling murah. Aku lupa lagi apakah keramik pernah berganti rupa.

Banyak kenangan berjejalan di kepalaku, tak mungkin kuingat seluruhnya. Aku masih bisa mengingat dengan samar bagaimana rasanya mengajar anak-anak masa 2002 dan tahun-tahun sesudahnya. Insyaallah perasaan, perlakuan, dan semangat itu sama seperti Selasa sore, 4 Mei 2025, sehari setelah ulang tahun ke-23 Rumah Dunia.

Sore itu aku meminta Teh Sri, relawati untuk membawa anak-anak les di area dalam Rumah Dunia. Sebenarnya seluruh kegiatan Rumah Dunia dipusatkan di area depan. Di area dalam hanya untuk rumah pribadi kami dan mess relawan.

Tapi beberapa minggu lalu minta izin hubby untuk mengajar les di pendopo dalam. Sepertinya tenaga dan pikiranku jauh lebih banyak keluar jika kegiatan les dilakukan di pendopo depan. Aku seperti bepergian ke sebuah tempat agak jauh dari rumah.

Bersambung ke Lantai yang Sama di Masa Berbeda (2)

#rumahdunia #rumahdunia23tahun

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==