Naik Kereta Api Dari Beijing ke Urumqy

Kami bangun pukul 05:00 AM. Teteh Bella menyewakan 2 kamar; aku dengan Jordy dan Teteh dengan Natasha. Ada 3 ransel besar, 3 day pack, dan 2 kantong plastik berisi perbekalan untuk 2,5 hari di kereta.

Teteh Bella bergerak cepat. Memesan taksi. Bagasi akhirnya bisa muat 3 ransel besar. Kereta berangkat 10:19. Macet. Tiba di stasiun pukul 08:45. Kami berkejaran dengan waktu. Teh Bella menyelesaikan urusan check-in dengan Bahasa China. Kami tinggal mengikuti saja.

“Aku tinggal, ya. Aku kerja dulu,” Teh Bella menyerahkan lagi sekantung makanan untuk sarapan. Semoga rezeki Teteh dilimpahkan Allah SWT, ya

Aku peluk Teteh. “Papah minta maaf, ya. Suka menolak pemberian Teteh. Jaket, hotel, makanan, sarung tangan, rompi. Ya, Allah, Teteh. Terima kasih. Do’akan, ya,” aku kecup keningnya.

Kami berpisah. Kami antre di gate 4. Petugasnya cuma 1. Jadi kami antre. Kami masuk ke platform 8. Gerobak 12, no 9 bawah, 10 atas, 12 atas. Satu kamar ada 4 orang. Nomor 11 sudah diisi pria China.

Aku langsung berinteraksi. Jordy-Natasha juga. Ada anak kecil bernama Choreyi, 4 tahun. Natasha mengajak dia membaca majalah CIA dan ISO. Ada juga bapak-bapak yang mengajari kami Bahasa China. Suasananya kami bangun gembira walaupun komunikasi campur Inggris -China-gestur. Suasana gembira harus terbangun karena akan melewati 2,5 hari yang melelahkan.

“Saljuuu!” teriak Jordy.

Kereta sudah meninggalkan Beijing. Salju di mana-mana. Teteh Bella, selamat menikmati hari-hari selanjutnya, ya. Nanti giliran Mamah ke Beijing.

Gol A Gong
Traveler, Author
Di kereta Beijing-Urumqi.
Selasa 20 Januari 2016.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==