Amerika-Israel menyerang Iran, Sabtu, 28 Februari. Putra kami, Gabriel, menelepon dari Abu Dhabi, “Kata KBRI pelatihan di UEA dibatalkan.
Aku, Jordy-Natasha akan terbang ke Abu Dhabi 1 Maret dari Istanbul. Etihad cancel. Refund. Kami ditampung di apartemen Aisyah Cappadocia Tour di Arnavutkoy, 2 jam dari Istanbul.

Gabriel mencarikan tiket pulang. Akhirnya dapat tiket Azerbaijan Airways, rute Istanbul ke Baku 5 Maret, 13:30. Kami lega menuju pulang. Sekitr 3 jam di udara. Semua bertepuk tangan gembira mendarat di Baku 16:30.
Di pemeriksaan sangat ketat. Petugas bertanya soal visa, padahal kami transit. Juga bertanya tiket ke Mumbay dan KL. Imigration Card ke KL. Waktu berdetak. Lolos. Penumpang dari Jerman tadi bermasalah karena tidak ada travel insurance.

Kami bergegas, masih Azerbaijan Airways. Terbang ke Mumbay, 18:55. Mendarat di Mumbay 23:30. Jordy bertepuk tangan lega. Penumpang lain ikut juga.
Kami ke counter International to International Transfer. Kami ganti pesawat Batik Air Malaysia ke Kuala Lumpur 6 Maret 23:20. Berarti 22 jam di Mumbay. Nanti nongkrong saja di cafe.
Aku membaca di counter tertulis Indigo, Air India. Penumpang dilayani dengan baik. Mereka mendapatkan boarding pass ke destinasi berikutnya. Ketika tiba giliran kami: ditolak.

“Batik Air Malaysia tidak ada staff yang jaga. Mereka akan datang di counter departure besok, pukul 17:00,” petugas menjelaskan. “Sudah tidur saja di sini.”
Kami melihat ada banyak kursi tidur. Tapi tidak ada cafe di sini. Di saku ada 1500 Rupees. Tapi tidak berarti karena mesin makanan harus dengan aplikasi lokal. Sementara penumpang lain masuk ke ruang Imigrasi., lalu menunggu masuk pesawat. Ada banyak cafe di sana. Sedangkan di sini, tidak ada apa-apa. Sahur gigit jari.


Kami melewati malam dengan begadang karena penumpang berikutnya bergelombang datang dan pergi.
Ketika menulis ini sudah hari Jum’at, pukul 15:00. Lima jam lagi staff Batik Air Malaysia tiba. Kami tidak bisa masuk cuma gara-gara tidak ada boarding pass phisiknya. Padahal kami sudah web check-in.
6 Maret 2026
Gol A Gong
Traveler, Author




