Oleh Adam Choli Tegar Nugraha – Relawan Rumah Dunia
Saat aku sedang asik minum es teh. Aku mendengarkan percakapan menarik antara Bang Jordi dan Bang Qizink tentang diadakannya diskusi film. Ketika saya mendengar obrolan itu saya hanya ingin mendengar saja tanpa niat untuk menjadikannya serius. Ketika Bang Qizink mempertanyakan keseriusan Bang Jordi. Tanpa kusadari aku yang hanya sekedar mendengarkan malah ikut terseret dalam kegiatan ini.
Pada hari berikutnya ide sudah lanjut dibuat rasa penasaran saya untuk mencoba juga meningkat. Ajakan untuk mencari moderator serta narasumber pun sudah disiapkan, Bang Ade sebagai narasumber dan Bang Naufal sebagai moderator untuk acara pertama kita.


Satu persatu orang direkomendasikan agar debut acara ini bisa berjalan lancar. Pada awalnya kami kebingungan dalam memilih film yang aman untuk ditonton bersama-sama. Sehingga banyak sekali kehati-hatian untuk memperlihatkannya kepada pengunjung yang hadir. Jadinya ditayangkanlah film Budi Pekerti, yang saya sendiri tidak tahu film apa itu.
Kami juga awalnya berencana mengadakan kegiatan ini pada malam Minggu. Demi membuat orang-orang merasa nyaman dan bisa hadir dalam acara ini. Tapi narasumber sedang ada acara di malam Minggu akhirnya jadwal dijadikan menjadi malam Senin.
Hari Minggu malam Senin, 03 Mei 2026. Acara sudah mau dimulai jantungku berdegup kencang, berpikir apakah acara ini akan berjalan lancar? Pikiranku tenggelam dalam kegelisahan namun apalah daya panggung sudah harus kusiapkan. Acara kusiapkan sedemikian rupa supaya tetap berlangsung. Kegiatan diskusi berlangsung secara lancar untungnya walaupun ada sedikit kendala di sound dan hujan.

Setelah kamu menikmati film Budi Pekerti, banyak pertanyaan muncul dikepala saya. Betapa begitu hebatnya pengembangan masalah yang ada dicerita tersebut. Sekedar hanya memperingatkan orang agar tidak menitip antrian kue putu, pengaruhnya menjadi begitu luas sampai kepada pekerjaannya Bu Prani.
Tapi disisi lain Bu Prani memiliki karakter yang sangat kuat, bahkan dari awal sampai pertengahan permasalahan terjadi dia memegang begitu erat karakternya. walaupun pada akhirnya dia kalah dan endingnya terkesan cukup mengingatkan saya kepada orang-orang yang nasibnya sama seperti dia.
Diskusi dimulai dan sebagai pemantik Bang Ade lah yang pertama kali memperlihatkan sudut pandangnya terhadap cerita tersebut. Bang Ade memperlihatkan bahwa dampak dari media sosial sangat berpengaruh sekali terhadap karir kita dan itu membuat kita harus lebih berhati-hati dalam bermedia sosial, begitu kira-kira ucapannya.

Setelah pemantik selesai berbicara satu persatu orang mulai memberikan pendapat. Saya sebagai orang yang hanya bisa mendengar merasa melihat sudut pandang baru. Sekedar dari pilihan yang harus diperhitungkan, bijalnya bermedia sosial dll.
Setelah waktu menunjukkan jam 22.00. Diskusi kita akhiri karena sudah terlalu malam, saya merasa bersyukur bahwa nonton dan diskusi ini bisa berjalan dengan lancar. Semoga seterusnya tetap berjalan terus.



