Seni Menata Kata Melalui Buku Bicara Itu Ada Seninya

Oleh Adam Choli – Relawan Rumah Dunia

Saya sering merasa gugup dan terbata-bata saat berbicara sehingga sulit rasanya ketika ingin berpresentasi atau berdiskusi. Akhirnya, demi memperbaiki kekurangan dalam berbicara saya mencari cara untuk memperbaikinya.

Saya mencari di dalam perpustakaan Rumah Dunia, namun tidak menemukan buku yang sesuai. Setelah berkeliling perpustakaan, saya memutuskan melihat ke dalam kamar relawan Rumah Dunia. Saya menemukan buku yang menarik di dalam lemari Bang Naufal. Buku yang saya temukan adalah Bicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang.

Ketika membaca judulnya saja, saya langsung merasa tertarik dan penasaran apakah buku ini bisa mengatasi masalah saya. Sehingga kemampuan komunikasi saya bisa lebih terasah untuk berdiskusi dan presentasi sewaktu-waktu ada kesempatan.

Saat membaca bab awal, saya merasakan kesamaan dengan apa yang diceritakan di dalam buku ini yaitu rasa kurang percaya diri. Dalam buku ini juga dijelaskan di mana rata-rata masalah yang sering dialami adalah komunikasi dan kurangnya kesadaran untuk berbenah diri di dalam komunikasi tersebut.

Ketika membaca ke bab selanjutnya, saya memahami bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan salah satu caranya adalah mendengarkan. Mendengarkan orang juga akan membuat komunikasi kita menjadi lebih baik. Bahkan setiap tulisan di buku ini seolah menyihir mata, sehingga membuat saya sangat tertarik untuk terus membaca.

Namun, ketika sedang asyik membaca dan melanjutkan ke bab tiga, saya mulai merasa bingung dan sedikit pusing karena terdapat banyak istilah rumit mengenai cara berkomunikasi dalam urusan bisnis. Walaupun begitu, banyak sosok menarik yang dibahas dalam buku ini, seperti Steve Jobs dan Barack Obama. Mereka sama-sama berhasil mengubah rasa takut menjadi rasa percaya diri hingga menjadi sosok besar yang dikenal banyak orang.

Salah satu sosok menarik lainnya yang dibahas dalam buku ini adalah Oprah Winfrey. Dari kebiasaannya membaca, ia mampu keluar dari kehidupan yang buruk dan menjadi pribadi yang sukses. Oprah dikenal memiliki teknik komunikasi yang hangat, yaitu berbicara dari hati ke hati.

Selain Oprah Winfrey, ada juga sosok Yoo Jae Suk yang perkataannya sangat menarik perhatian saya. Dalam salah satu aturan komunikasinya, ia berkata, “Kita mengendalikan lidah, tetapi ucapan yang keluar akan mengendalikan kita.” Perkataan tersebut sangat membekas di hati saya.

Setelah selesai membaca buku ini, pada pagi harinya saya langsung merasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan salah satu penulis favorit saya, yaitu Maman Suherman. Saya memberanikan diri meminta sedikit nasihat, tanda tangan, bahkan meminta nomor beliau. Walaupun sebelumnya saya memang ditantang untuk melakukan ini, namun setelah mengambil ilmu dari buku tersebut, sedikit keresahanku dalam berkomunikasi sudah teratasi.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==