Menyusuri Jejak Inspirasi di Museum Literasi Gol A Gong

Oleh Khoru Roja – Relawan Rumah Dunia

Saat saya membuka gerbang Rumah Dunia sepulang dari kampus, Mas Gol A Gong memanggil saya untuk datang ke rumahnya. Di sana, saya diberi nasihat agar tidak terlalu sering membawa teman ke Rumah Dunia hanya untuk bermain PlayStation.

“Rumah Dunia bukan tempat pelarian untuk bermain. Di sini tempatnya belajar,” kata Mas Gong.

Setelah itu, saya ditawari untuk mengadakan kegiatan orasi literasi yang akan didampingi langsung olehnya.

“Malam Sabtu kita mulai, ya. Ajak yang lain, minimal lima orang,” begitu kata Mas Gong.

Mendengar hal itu, saya langsung menghubungi beberapa orang seperti Adam, Bang Alfin, Gina, dan Bang Naufal.

“Dam, malam Sabtu tanggal 18 April ke Rumah Dunia, ya. Kita ada orasi literasi. Ajak Gina juga.”

Setelah semua berkumpul, kami sempat berbincang mengenai kegiatan orasi literasi sambil menunggu Gina yang masih di jalan.

Setibanya Gina, kami langsung diajak masuk ke Museum Literasi milik Mas Gong. Kami disambut berbagai koleksi kaset musik serta radio-radio yang tersusun rapi di sampingnya.

Mas Gong menjelaskan bagaimana ia memanfaatkan musik sebagai alat bantu untuk bercerita. Ia juga memperlihatkan tangan palsu pemberian ayahnya yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Di ruangan selanjutnya, Mas Gong menunjukkan sepeda yang pernah digunakannya untuk perjalanan ke beberapa negara. Ada juga raket yang menggantung di dinding sebagai simbol perjuangan dan kerja kerasnya meskipun hanya bermodal satu tangan.

Selanjutnya, kami diajak ke sebuah ruangan yang dipenuhi piagam penghargaan serta karya-karya para relawan terdahulu.

Melihat semua itu, saya merasa kagum sekaligus malu. Mereka yang menjadi bagian dari Rumah Dunia mampu menghasilkan banyak karya luar biasa. Bahkan, ada foto-foto relawan yang pernah ikut traveling bersama Mas Gong ke Singapura.

Setelah dari museum, kami berkumpul di ruang diskusi. Mas Gong bertanya bagaimana perasaan kami setelah memasuki museum literasinya.

Bagi saya, memasuki Museum Literasi Mas Gong seperti memasuki dunia yang selama ini hanya saya baca dalam novel atau lihat dalam film. Pengunjung dapat berimajinasi dan merasakan suasana yang digambarkan dalam karya sastra.

Di dalamnya terdapat begitu banyak jejak perjuangan yang belum pernah saya rasakan sendiri. Hal itu membuat saya sadar bahwa semua pencapaian membutuhkan pengorbanan besar. Dengan keterbatasan fisiknya, Mas Gong tetap mampu berkeliling ke luar negeri dan menghasilkan banyak karya.

Mas Gong juga memberikan pesan bahwa kunci sukses terdiri dari enam tahapan: komitmen, kapasitas, kompetensi, konektivitas, konsistensi, dan kontinuitas.

Setelah mendengar hal itu, saya mulai bertanya dalam hati, apakah saya mampu menerapkan enam tahapan tersebut? Sebab, dalam kehidupan sehari-hari saja saya masih sering kurang konsisten dalam menjalankan suatu pekerjaan.

Mas Gong juga bercerita bahwa saat masih SMA, ia pernah berdoa kepada Allah SWT agar disukseskan dalam dunia kepenulisan. Ia bernazar akan mengajarkan seluruh ilmunya kepada siapa saja yang ingin belajar darinya.

Bahkan, Mas Gong juga mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an, modal pertama untuk belajar adalah membaca.

Sebelum kami meninggalkan ruang diskusi, Mas Gong memberi tugas kepada kami untuk menulis hasil perjalanan malam itu di museum literasinya.

“Nanti akan dikasih honor lima puluh ribu,” kata Mas Gong sambil tersenyum lebar.

Mendengar hal itu, Adam berbisik kepada saya, “Boleh juga nih, ada uang sakunya.”

Menariknya, diskusi malam itu menjadi awal pertemuan saya dengan Museum Literasi Mas Gong. Saya bisa melihat langsung karya-karya, catatan perjalanan, dan perjuangan hidupnya sebagai seorang penulis.

Meskipun kegiatan orasi literasi dibatalkan dan diganti dengan kunjungan ke museum, malam itu tetap memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Saya belajar bahwa literasi adalah modal utama dalam menuntut ilmu, dan setiap mimpi besar selalu dimulai dari keberanian untuk membaca, menulis, dan terus belajar.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==