Peringati Hari Buku Nasional 2026, Rumah Dunia Gelar Bedah Buku “Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab”

Oleh: Naufal Nabilludin

Perayaan Hari Buku Nasional 2026 di Rumah Dunia diisi dengan kegiatan diskusi dan bedah buku Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab karya diplomat RI, A.M. Sidqi, pada Minggu (17/5/2026) di Teater Terbuka Rumah Dunia, Banten. Kegiatan ini menghadirkan Ade Jaya Suryani sebagai pemantik diskusi. 

Acara ini menjadi bagian dari perayaan Hari Buku Nasional yang digelar Rumah Dunia melalui diskusi literasi dan bedah buku.

Presiden Rumah Dunia, Rudi Rustiadi, mengatakan Hari Buku Nasional menjadi momentum penting untuk mendekatkan masyarakat dengan buku dan budaya membaca.

“Di 17 Mei ini kami mengadakan bedah buku Wajah Baru Indonesia karya A.M. Sidqi, seorang diplomat. Hari buku bagi kami adalah hari yang istimewa karena Rumah Dunia fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan buku dan literasi,” ujar Rudi Rustiadi.

Ia menambahkan, Rumah Dunia ingin menjadikan perayaan Hari Buku Nasional sebagai ruang bertukar gagasan melalui buku dan diskusi.

Dalam sesi diskusi, A.M. Sidqi menjelaskan bahwa bukunya memotret perubahan citra diaspora Indonesia di Arab Saudi dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, selama ini wajah WNI di Arab Saudi identik dengan pekerja informal seperti pembantu rumah tangga dan sopir. Namun kini mulai muncul banyak profesional Indonesia yang mengisi posisi strategis.

“Selama 10 tahun terakhir ini ada wajah baru Indonesia di Arab Saudi yang dahulu didominasi oleh pekerja rumahan seperti pembantu dan supir. Sekarang mereka mulai ada wajah baru. Mereka di sini berkiprah sebagai pilot, pramugari, perawat, peneliti AI, bahkan ada yang menjadi keeper sepak bola wanita di Arab Saudi,” kata A.M. Sidqi.

Buku tersebut berisi 27 profil WNI profesional di Arab Saudi yang ditulis secara personal dan membumi. Sidqi menegaskan bahwa narasi tentang kaum profesional ini bukan untuk menegasikan pekerja informal, melainkan melengkapi warna diaspora Indonesia di luar negeri. Ia berharap kisah-kisah tersebut dapat menjadi suntikan optimisme bagi generasi muda Indonesia yang ingin membangun karier di tingkat global.

Sementara itu, Ade Jaya Suryani sebagai pembedah buku memberikan sejumlah catatan kritis terhadap buku tersebut. Dosen UIN Banten itu menilai buku Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab berhasil menghadirkan banyak kisah inspiratif diaspora Indonesia, tetapi masih perlu memperkuat aspek sosiologis dan historis.

“Buku ini adalah versi tulis dari versi lisan di podcast. Menceritakan banyak tokoh Indonesia yang berhasil dan menempati posisi penting di pekerjaan-pekerjaan di Arab. ujar Ade Jaya.

Sebagai akademisi, Ade berharap buku tersebut tidak sekadar berhenti pada cerita keberhasilan individu, melainkan mampu memperkuat penjelasan dari sisi sosiologis dan historis.

“Saya sebagai pembaca sebetulnya menghendaki buku ini tidak disajikan berdasarkan orang perorang. Yang saya butuhkan adalah penjelasan yang jauh lebih komprehensif tentang transformasi itu,” tambah Ade Jaya. 

Ia juga menyoroti bahwa fenomena banyaknya profesional Indonesia bekerja di luar negeri tidak bisa dilepaskan dari persoalan struktural di dalam negeri. Menurutnya, kepindahan tenaga ahli sering kali dipengaruhi minimnya ruang dan dukungan bagi profesi tertentu di Indonesia.

“Misalnya ketika IPTN dibubarkan, banyak ahli penerbangan kita pergi ke Brazil. Atau contoh lain, seorang ahli fisika teoritis yang kuliah di luar negeri, ketika pulang mau ngapain? Enggak ada institusi yang bisa menampung dia, kan enggak mungkin dia pulang untuk jualan gorengan. Akhirnya, pilihannya adalah mereka menetap di luar negeri,” tegas Ade Jaya.

Ade Jaya juga menilai transformasi “wajah baru” ini tidak bisa dibatasi secara kaku dalam “10 tahun terakhir”. Ia mengibaratkan perubahan sosial layaknya spektrum warna yang bergradasi secara perlahan, sehingga tidak ada batas waktu yang tegas kapan perubahan itu dimulai.

Melalui diskusi ini, Rumah Dunia tidak hanya menghadirkan ruang apresiasi terhadap karya buku, tetapi juga membuka percakapan yang lebih luas tentang migrasi tenaga kerja, diaspora Indonesia, hingga tantangan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==