Ya. Saya lahir dari rahim puisi. Karya pertama saya adalah puisi, 1981, dimuat di majalah HAI. Honorna Rp. 3500,- Saat itu semangkok bakso harganya Rp. 250,- Saat itu yang ada di benak saya, “Bagaimana saya bisa membangun gelanggang remaja?”

Kemudian saya beralih ke prosa – menulis cerpen dan novel, tapi tetap menyertakan puisi. D hampir setiap episode atau sebuah bab novel, saya selalu mengikutkan puisi di dalamnya. Itu sebab sya kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung.



