Abdul Salam dari Waringin Kurung Zero, Kini Hero Jadi Presiden Rumah Dunia

      “Assalammualaikum, Mas Gong,” sapa Rahmat Heldy, relawan Rumah Dunia yang sudah berhasil jadi penulis. Di belakang dia ada anak baru gede dan sepasang orang tua. Di halaman juga ada angkutan kota diparkir.

      Rahmat Heldy yang biasa dipanggil Rahel bergabung di Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan keempat, 2004. Dia tinggal di Waringin Kurung, persis di kaki gunung Pinang, Kabupaten Serang. Dia mengaku sejak kecil berkubang di sawah dan mandiin kerbau di sungai.

      “Ayah dan ibu saya buta huruf latin. Tapi mereka bisa baca Quran,” Rahel menunjuk ayah dan ibunya yang sudah seperti kakek dan nenek.

Aku menyalami mereka.

“Ayah saya waktu mudanya jualan kerbau ke Jakarta, jalan kaki.”

      Rahel saat itu kuliah di Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Tirtayasa, Serang. “Sayalah satu-satunya mahasiswa di kampung saya,” katanya.

      Aku sudah tahu betul perjuangan Rahel. Dari nol literasi hingga melek literasi. Novel-novelnya lahir dan digemari. Pada 2018, dia ditetapkan jadi Instruktur Literasi Nasional oleh Kemdikbud RI dan Duta Baca Banten.

“Itu siapa?” tanya saya., menunjuk ke anak baru gede yang duduk bersila di panggung.

“Adik saya. Namanya Abdul Salam. Dia baru lulus SMP. Dia mau saya titipkan di Rumah Dunia, Mas Gong,” Rahel menjelaskan.

“Nggak nerusin sekolah?”

“Mau saya masukkan ke SMA swasta, Mas Gong. Terus, mau saya titipkan di Rumah Dunia. Jadi relawan di Rumah Dunia. Boleh, Mas Gong?”

Aku tersenyum kepada Salam.

“Sini, salim sama Mas Gong,” Rahel memanggil Salam.

Aku tersenyum dan menerima uluran tangannya.

“Saya bilang ke Salam, ‘Kamu nggak usah jadi juara di sekolah. Tapi juara saja di masyarakat’. Rumah Dunia tempat yang cocok buat Salam,” Rahel selalu bersemangat jika bicara tentang perubahan. Sekarang Rahel sudah mengenyam pendidikan hingga S2 dan tenaga pengajar di sekolah Yayasan Pendidikan Al Irsyad, Waringin Kurung, Kabupaten Serang.

Aku bilang, “Nanti saya bicarakan dulu dengan istri, Emak, dan relawan lain, ya.”

Rahel tampak kecewa, karena aku tidk langsung menerima. Salam hanya menunduk. Kemudian ibu dan ayah mereka berjalan ke angkutan kota. Mereka mengeluarkan oleh-oleh hasil bumi; beras, singkong, dan sayur-sayuran. Hasil panen itu diserahkan kepadaku.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==