Karya : Atiya Fathina

(Penurunan tanah di Jakarta sejak 1974 hingga 2020 mencapai kedalaman hampir 3 kali tinggi orang dewasa. Penurunan tanah disebabkan eksploitasi air tanah berlebihan. Kejadian ini berlangsung selama 46 tahun dan paling parah di Jakarta Utara, Barat dan Pusat.)
o00o

Aku keluar dari laman artikel itu
Komputer usangku masih menyala
Pada kursi kayu sederhana, aku menyelami pikiranku
Setelah aku membaca bahwa ibukota tanah airku, Jakarta
Kata mereka akan hilang
Tak lebih dari dua puluh lima tahun yang akan datang
Perlahan ia tenggelam dalam kesunyian
Laut mengikis daratan, air mencicipi pesisir pantai
Pasir-pasir melebur bercampur dengan air asin
Betapa bahagianya lautan?
Disajikan makanan penutup oleh manusia
yang kesadaran jiwanya terkatup tertutup rapat-rapat
“Tetapi kenapa harus Ibukotaku tercinta?”
Gumamku pun tak ada artinya
Sudah terbenam, takkan muncul lagi
Jangankan daya upaya, kesadaran saja tak ada
Kemana bentuk cinta tanah air itu?
Tanah ini akan tenggelam, kau tau?
Tanah airku, beribu iba kepadamu
Di atas tanah yang ripuk renggang, aku berpijak
Merenung, air tanahmu kian habis
Menyusut, tanah ini remuk retak
Juga turun
Dan akan tenggelam, kata mereka
Jakarta, kota indah dengan gedung-gedung megah
Menjulang tinggi nan gagah, memikat hati yang mengunjungi
Namun, tak ada yang peduli bagaimana nasibmu kelak
Jakarta, yang perlahan terbenam
Oleh gedung yang menari ria di atasmu
Oleh gemuruh riuh insan yang berpijak di tanah itu
Jangan lupakan mereka yang menguras habis air tanahmu
Tanpa mau berpikir atas nasibmu
Jakarta, air tanahmu pernah menjadi nyawa
Tempat bertopang kehidupan
Jakarta, Ibukota Tanah Air kita
Dengan tanah sebagai ibu yang terluka
Setelah iba, beribu maaf untukmu
Jakarta, sepertinya Monas akan jadi cerita
Yang pernah dipandang, nantinya tak lagi bisa
Generasi selanjutnya mungkin hanya mendengarkan saja
Dan membayangkan melalui imajinasi mereka
Setelahnya, aku mulai tersadar
Bahwa kesadaran harus ada
Di dalam jiwa setiap manusia
Jakarta, ia yang ditelan oleh lautan
Seperti kapal karam yang terdampar di pantai waktu
Akankah jakarta menjadi atlantis yang kedua?
Desember 2024
Catatan Kaki :
- https://www.kompas.id/baca/foto/2023/06/14/tanah-jakarta-turun-sedalam-hampir-3-kali-tinggi-orang-dewasa
- https://www.liputan6.com/hot/read/5605119/setiap-tahunnya-kota-jakarta-tenggelam-sebanyak-berapa-cm-ini-penyebabnya



PUISI ESAI GEN BARU: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank.



