Antara Borobudur Indonesia dan Angkor Wat di Kamboja

Saya sangat mengagumi candi yang dibangun Suryavarman II selama 30 tahun di era Kekaisaran Khmer kuno atau sekitar tahun 900-1200 Masehi. Angkor Wat adalah daya tarik utama Kamboja. Lokasinya di Siem Reap, sekitar 2 jm perjalanan dari perbatasan Thailand. Saya, istri, dan 7 peserta Gong Traveling naik kereta dari Bangkok. Asik. Keretanya buatan INKA, lho.

Melansir Phnom Penh Post yang mengutip data dari Apsara Authority, tahun 2015, Angkor Wat sukses meraup US$60 juta atau setara Rp798,9 miliar, hanya dari penjualan tiket. Saya sudah dua kali ke Angkor Wat dan tidak rugi membayar US$ 37! Menurut Kompas.com, persoalan borobudur adalah minim promosi. “Tahun 2016, anggaran promosi Angkor Wat sekitar Rp 4 triliun. Dari dana itu sebanyak Rp 1 triliun branding di dalam negeri dan Rp 3 triliun branding ke luar negeri,” sebut dia.

Saya merasakan promosi Angkor Wat luar biasa. Setelah Brobudur menerapkan tiket Rp. 500 ribu bagi wisatawan, saya rasa perlu ditingkatkan promosinya. Lebih lanjut, ujar Pitana, berdasarkan beberapa penelitian, efek branding baru akan terasa 2-3 tahun ke depan jika branding dilakukan intensif dan konsisten. Branding yang dimaksud bukan hanya logo akan tetapi keseluruhan aktivitas untuk memperkenalkan sebuah produk kepada pasar. “Branding tidak sekedar logo misalnya Wonderful Indonesia. Anda menulis kalau Candi Borobudur itu indah di sosial media itu juga branding,” katanya. Sejauh ini,

Kementerian Pariwisata sudah melakukan branding hampir ke semua negara menggunakan berbagai media. Namun ada lima pasar utama yang difokuskan yakni Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Semoga setelah harga tiket yang mahal juga disertai promosi Borobudur yang efektif dan produktif.

Dan semoga pandemi Covid-19 segera berlalu. Saya dan istri bisa traveling ke Angkor Wat lagi. Sekali dayung, 3 negara 4 kota terlewati ; Thailand dengan Bangkok (Wat Arun), Kamboja di Siem Reap (Angkor Wat), Phnom Penh (Polpot Genocide), Malaysia dengan ikon gedung kembar Petronas, Kuala Lumpur.

Gong Traveling bersama Gol A Gong bukan sekadar jalan-jalan, tapi sambil nulis buku. Traveling sambil nulis menjadikan perjalanan kita bermakna.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==