Backpacker Pinky Meluncur ke Bali

Tak mau ketinggalan dengan beberapa peserta lain yang menunjukkan isi dalam ranselnya, Ali pun unjuk gigi membongkar seluruh isi dalam ranselnya yang juga terkesan pinky. Mulai dari sisir, pelembab, lotion, tas kecil yang berisi peralatan mandi bahkan bedak dan lipstick khusus untuk laki-laki yang kontan membuat semua yang ada di ruang Cempaka 1, Istora Senayan, Jakarta termasuk juga para dewan juri tertawa terbahak. “Biarpun kita backpacker, tetep harus perhatikan penampilan,” begitu kata Ali yang mengaku sudah menyukai kegiatan traveling dan bermimpi ingin keliling dunia sejak dirinya masih kecil.

Ali begitu ekspresif menjelaskan semua benda yang ada di dalam ranselnya. Tak hanya itu yang Ali lakukan untuk mencuri perhatian para dewan juri, dalam kompetisi costum ala backpacker yang diselenggarakan Kompas Gramedia Book Fair pada tanggal 3 Maret 2012 sore itu, Ali juga sengaja menunjukkan foto copy pasport yang telah dibuatnya pada akhir tahun 2011 lalu sebagai bukti kesungguhannya untuk bisa menjadi seorang traveler.

Man jadda wajada, siapa yang sungguh-sungguh akan berhasil. “Mantra” yang tengah booming lewat novel karya Ahmad Fuadi yang kemudian difilmkan ini rupanya dibuktikan pula oleh Ali Sobri. Karena kesungguhannya mengikuti kompetisi costum ala backpacker dalam rangka memeriahkan acara talk show peluncuran buku Te-We (Travel Writer), buku terbaru karya Gol A Gong ini, Ali mampu menyingkirkan 70 peserta lain dan menjadi pemenang utama yang mendapatkan hadiah liburan ke Bali selama tiga hari dua malam yang dipersembahkan oleh www.hargahotel.com.

“Pantai Kute, Legian, dan beberapa tempat sejarah juga pasarnya. Mau belanja, hahaha…!” Cerocos Ali, ketika ditanya tempat apa yang pertama kali ingin dikunjunginya saat meluncur ke Bali bulan Juli nanti.

Ali yang memang mempunyai mimpi untuk bisa keliling dunia dan menjadi seorang travel writer seperti Gol A Gong langsung sujud syukur ketika juri menyebutkan namanya, keluar sebagai pemenang utama. “O’my God…! Saya ke Bali sungguhan. ‘I made it’, saya yakin saya dapatkan ini semua karena satu, sungguh-sungguh, kedua, sungguh-sungguh dan ketiga sungguh-sungguh menginginkannya. Selain juga karena dukungan yang diberikan teman-teman dan peserta lainnya juga karena atas ijin dan kuasa Allah tentunya,” jelas Ali, saat ditanya bagaimana perasaannya ketika berhasil meraih hadiah liburan ke Bali, Ali Sobri merasa pasrah dan ikhlas kalau yang akan menjadi pemenang liburan ke Bali ini adalah saingan terberatnya yaitu si backpacker Doraemon yang masuk dua besar bersamanya.

Impian Ali untuk bisa keliling dunia dengan motivasi ingin merasakan segala jenis alat transportasi, dapat melihat daratan, lautan, pantai, orang-orang selain orang Indonesia dan orang Indonesia yang ada di berbagai belahan dunia ini terus dipupuk, dan berusaha ia wujudkan. Ali sengaja menyisihkan waktu dan penghasilannya dari menulis, nge-MC, mengajar dan lainnya untuk ber-traveling dan berpetualang. Ia pun sudah merencanakan untuk bisa ke luar negeri karena ia yakin sekali beasiswa S2 di Jepang bisa diraihnya. Selain itu, Ia pun tak akan menyia-nyialan pasport yang sudah ia miliki. Dengan pasport itu Ali berencana akan keliling Eropa atau mungkin sebagai langkah awal ia akan keliling Asia, dan negara yang pertama kali akan dikunjunginya adalah Bangkok dan Singapura.

Pada tahun 2010 Ali sempat menurunkan targetnya. Selama ia belum bisa keliling dunia ia putuskan untuk keliling nusantara dulu. Dan beberapa tempat di Indonesia sudah pernah disinggahi dan dijelajahinya. Seperti daerah sekitar Jakarta, sekitar Banten, Selat Sunda, Kepulauan Seribu di pulau Tidung, Solo, Depok, Jogja, Purwokerto dan beberapa tempat lainnya. Segala macam wisata pun pernah ia rasakan. Mulai dari wisata Mall di Tangerang, wisata pantai di daerah sekitar Merak dan Anyer, wisata ziarah di daerah sekitar Pandeglang dan daerah Banten lama, sampai wisata industri di daerah Cilegon. Statusnya sebagai mahasiswa teknik kimia membuatnya memiliki akses untuk bisa dengan mudah menjelajahi berbagai industri yang terdapat di sana.

Berbagai pengalaman dalam petualangannya mengelilingi nusantara pun sudah banyak ia rasakan. Mulai dari pengalaman menyenangkan hingga pengalaman yang tak menyenangkan tentunya, seperti pengalaman saat pertama kali ia naik kereta dari Rangkas ke Jakarta saat lulus SMP. Ali sempat dipalak oleh beberapa anak SMA, tapi Ali bisa mengatasi kesulitannya itu dengan tenang dan berani hingga ia bukan saja bisa lanjut melenggang ke Jakarta dengan aman tapi juga malah diajak berkawan oleh pemalaknya. Ia percaya, orang baik ada di mana-mana, jadi tak ada alasan baginya untuk takut bepergian sendirian. Justru sejak kejadian itu jalan-jalan menjadi hobinya.

Impian berikutnya yang ingin ia capai dalam waktu dekat adalah bisa menjelajahi Way Kambas di Lampung, ingin naik banana boat dengan posisi terbalik, ingin mencoba snorkling lagi dan juga diving.

“Intinya selalu berani bermimpi, dan mengambil agenda liburan atau jalan-jalan. Kalau ada tiket murah keluar negeri ambil saja dulu, jeda waktu keberangkatan pasti ada, dan kita usaha untuk medapatkannya,” tutur Ali. Hal itu yang selalu ia lakukan untuk bisa mewujudkan mimpinya keliling dunia agar bisa menjadi travel writer seperti Gol A Gong.

*) Poetry Karatan adalah peserta kelas menulis Rumah Dunia angkatan 19. Tinggal di Serang.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==