Nah, di bawah ini ada puisi Toto ST Radik, dipetik dari Balada Si Roy buku ke-5: Blue Ransel (episode Train, 2), bacalah:

menggeliatlah! menarilah! sampai basah tubuh oleh peluh biar saja senjakala jatuh dan malam menyergapkan kelam tak perlu menyumpah menyerapah atau termangu atau tersedu pilu menggeliatlah! menarilah! seperti burung malam yang tak lelah menyeru bulan. tak lelah-lelah


