Balada Si Roy: Anugerah itu Datang Juga

Pada malam itu, kami bertemu saudara, para Sahabat Balada Si Roy garis keraz seperti Daniel Mahendra, Jalu Kancana, Kidung Saujana dan semua yang tak bisa saya sebutkan satu persatu, mohon maaf. Kami bernostalgia merayakan 25 tahun Balada Si Roy kala itu. Sebagai pembaca baru, saya turut hanyut dengan menyanyikan musikalisasi puisi ‘Jesse Namanya’. Sebuah puisi yang dicipta oleh pendiri Rumah Dunia (RD) Toto ST Radik yang diaransemen oleh relawan dan penasihat Rumah Dunia, Firman Venayaksa.

Kabut bermunculan, angin terus saja berusaha menggigilkan tubuh kami. Namun, jamuan bandrek, jagung dan tentunya diskusi tentang novel Balada Si Roy (BSR) berhasil menghangatkan suasana. Termasuk kelanjutan Roy apakah akan sampai dilayarlebarkan atau hanya sampai pada sebuah kisah di buku saja menjadi topik utama pada akhirnya.

Sahabat Balada Si Roy sebagian besar menginginkan Roy difilmkan dengan harapan tidak banyak mengubah situasi atau seting atau yang semacamnya seperti dalam kisah di bukunya. Namun, Sahabat BSR pun mengerti, alihwahana dari novel ke film mungkin mustahil akan sama dengan novelnya. Di satu sisi saya kira Mas Gong sangat sayang dan tidak mau mengecewakan Sahabat BSR yang super setia itu.

Acara ramah tamah itupun akhirnya terus berpangkal pada apakah memang Roy harus difilmkan atau tidak. Sebab, sebelumnya, kegagalan demi kegagalan untuk memfilmkan BSR terus terulang. Kala itu, bahkan Ramon Y Tunka, aktor keren itu, yang sudah dikenalkan ke publik untuk memerankan sosok Roy harus gigit jari.

Masih lekat dalam ingatan saya bagiamana sutradara Andi Bachtiar Yusuf yang biasa dipanggil Ucup itu keliling Kota Serang untuk melakukan survei lokasi syuting di Jalan Yusuf Martadilaga (Yumaga) dengan serius. Rupanya riset lapangan itu hanya berakhir dengan belah duren saja dan tidak ada kelanjutan setelahnya.

Belum lagi sebuah Production House (PH) yang sudah melakukan potong tumpeng di RD untuk kelangsungan syuting BSR yang saya kira ini akan berhasil tetapi berujung pula pada kegagalan. Sampai saya berganti nama pena dari Hilman Sutedja ke Hilman Lemri, Roy pun belum juga difilmkan. Bahkan, hampir saja BSR jadi TV series ketika ada PH besar di Jakarta datang menawarkan. Namun, upaya ini akhirnya gagal juga. Hingga akhirnya Mas Gong dan Sahabat BSR mengira ini serupa kutukan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==